Dyandra Optimistis Bisnis MICE Makin Semarak di Semester II 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek industri meeting, incentives, conventions and exhibitions (MICE) diperkirakan masih semarak pada semester II 2026. Meningkatnya aktivitas penyelenggaraan pameran dan konferensi hingga akhir tahun akan menjadi penopang pertumbuhan bisnis penyelenggara event, maupun pengelola venue konvensi dan exhibition.

PT Dyandra Promosindo menjadi salah satu pelaku industri yang melihat prospek tersebut masih positif. sebab, aktivitas penyelenggaraan pameran pada semester kedua umumnya lebih ramai dibandingkan paruh pertama, seiring banyaknya perusahaan yang memanfaatkan momentum akhir tahun untuk meningkatkan promosi sekaligus mengejar target penjualan.

PR Manager Dyandra Promosindo Dahnia Chairunnisa mengatakan, sepanjang semester I 2026 kinerja penyelenggaraan pameran yang dikelola Dyandra menunjukkan hasil yang cukup baik. Hal tersebut tercermin dari tingginya antusiasme peserta maupun pengunjung pada sejumlah agenda pameran yang digelar perusahaan.


“Salah satu indikatornya adalah pelaksanaan beberapa event tahunan kami, Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di awal tahun, IPA Convex 2026, IFEX 2026 serta beberapa rangkaian pameran lainnya yang menunjukkan antusiasme peserta dan kehadiran pengunjung yang meningkat,” ujar Dahnia kepada KONTAN, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: Penguatan IP Event: Dyandra Media (DYAN) Bidik Pendapatan Tumbuh 5% pada 2026

Meski demikian, Dahnia menyebut, para pelaku usaha kini semakin selektif dalam menentukan pameran yang akan diikuti. Karena itu, penyelenggara dituntut tidak hanya menghadirkan pameran berskala besar, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Di sisi lain, kami melihat para klien kini lebih selektif dalam memilih event yang relevan dengan tujuan bisnis mereka. Oleh karena itu, Dyandra fokus menghadirkan nilai tambah (value) yang sesuai dengan kebutuhan riil pasar,” katanya.

Memasuki semester II 2026, Dyandra melihat prospek bisnis penyelenggaraan pameran masih menjanjikan. Dyandra telah menyiapkan berbagai agenda dari beragam sektor industri, mulai dari festival musik, industri halal, industri kopi, bisnis waralaba hingga pameran otomotif di berbagai daerah.

Menurut Dahnia, kondisi tersebut sejalan dengan pola tahunan industri MICE, di mana semester kedua menjadi periode yang lebih sibuk karena banyak perusahaan mengalokasikan kegiatan promosi, pemasaran, maupun peluncuran produk menjelang akhir tahun.

Hingga akhir tahun, Dyandra telah menyiapkan sejumlah agenda unggulan. Di antaranya Halal Indo Expo, IIMS Balikpapan 2026, IFRA Business Expo 2026, Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 di Medan dan Jakarta, Projek-D Vol. 5, PEVS 2026, serta sejumlah event dari berbagai sektor industri lainnya.

Dari sisi industri, Dyandra melihat tren bisnis MICE nasional masih menunjukkan pertumbuhan yang sehat. Penyelenggaraan acara secara tatap muka kini kembali mendominasi, sementara teknologi digital lebih banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, seperti registrasi digital, sistem tiket elektronik hingga e-directory peserta.

Selain itu, format hybrid tetap digunakan secara lebih spesifik, terutama untuk menghadirkan pembicara internasional maupun memfasilitasi business matching antara exhibitor dengan pembeli dari luar negeri yang tidak dapat hadir secara langsung.

“Format tatap muka (offline) sudah mendominasi penuh dan kembali menjadi format utama penyelenggaraan acara. Meski begitu, digitalisasi tetap berjalan sebagai pendukung utama dalam format offline untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan,” jelas Dahnia.

Di sisi lain, penyelenggaraan event juga semakin beragam. Tidak hanya didominasi pameran business-to-business (B2B), tetapi juga berkembang ke pameran business-to-consumer (B2C), konferensi, konser hingga intellectual property (IP) event. Menurut Dyandra, kondisi tersebut mencerminkan kemampuan industri MICE untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan preferensi masyarakat.

Meski prospeknya positif, industri ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah perubahan preferensi konsumen yang berlangsung cepat sehingga penyelenggara harus terus melakukan inovasi konsep pameran berdasarkan data pasar. Di sisi lain, masih terbuka peluang kolaborasi dengan sektor-sektor baru seperti UMKM, sportainment, dan teknologi yang dinilai mampu memperluas pasar industri MICE. 

Baca Juga: Pelaku Travel Diversifikasi Destinasi, Asia Tengah Jadi Incaran Pasar Wisata Halal

Sementara itu, Corporate Secretary Manager PT Dyandra Media International Tbk, Savira Putri, mengatakan prospek industri MICE hingga akhir 2026 masih menunjukkan tren yang positif. Menurutnya, peningkatan aktivitas pameran dan konferensi, semakin kuatnya daya saing Indonesia di tingkat internasional, serta kolaborasi dengan penyelenggara global menjadi faktor yang menopang pertumbuhan industri.

Sejalan dengan kondisi tersebut, PT Dyandra Media International Tbk tetap menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5% pada tahun ini. Target tersebut akan didorong melalui penguatan intellectual property (IP) event sebagai motor pertumbuhan, diversifikasi portofolio acara di berbagai sektor, serta ekspansi penyelenggaraan event ke berbagai kota di luar Jakarta.

“Meskipun masih terdapat tantangan dari sisi biaya operasional, kami meyakini bahwa penguatan IP event, perluasan pasar, serta peningkatan porsi penyelenggaraan event korporasi dan asosiasi akan menjaga pertumbuhan bisnis Perseroan tetap solid hingga akhir tahun,” kata Savira.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News