JAKARTA. Tak ada kata terlambat untuk melahirkan bisnis perdagangan online di Indonesia. Pasalnya, masa depan perdagangan bisa jadi melalui online dan orang mengurangi pergi ke pasar atau toko. Masyarakat mulai tertarik memanfaatkan teknologi untuk membeli baju, sepatu, makanan hingga motor menggunakan gadget mereka. Transaksi perdagangan online diprediksi mencapai US$ 4,49 miliar pada tahun 2016 atau naik 149% dibandingkan transaksi US$ 1,8 miliar pada tahun 2013. Transaksi melalui online ini telah mengambil 0,82% terhadap kue transaksi ritel offline yang akan mencapai US$ 543,07 miliar pada tahun mendatang. Daniel Tumiwa, Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), berpendapat, pekerjaan rumah (PR) pemerintah adalah memberikan "makanan" berupa peraturan yang mendukung kelangsung hidup perdagangan online yang masih bayi ini.
E-Commerce, bayi mungil yang bakal jadi raksasa.
JAKARTA. Tak ada kata terlambat untuk melahirkan bisnis perdagangan online di Indonesia. Pasalnya, masa depan perdagangan bisa jadi melalui online dan orang mengurangi pergi ke pasar atau toko. Masyarakat mulai tertarik memanfaatkan teknologi untuk membeli baju, sepatu, makanan hingga motor menggunakan gadget mereka. Transaksi perdagangan online diprediksi mencapai US$ 4,49 miliar pada tahun 2016 atau naik 149% dibandingkan transaksi US$ 1,8 miliar pada tahun 2013. Transaksi melalui online ini telah mengambil 0,82% terhadap kue transaksi ritel offline yang akan mencapai US$ 543,07 miliar pada tahun mendatang. Daniel Tumiwa, Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), berpendapat, pekerjaan rumah (PR) pemerintah adalah memberikan "makanan" berupa peraturan yang mendukung kelangsung hidup perdagangan online yang masih bayi ini.