KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Eagle High Plantations Tbk (
BWPT) bakal menerbitkan surat utang berupa obligasi dan sukuk. Berdasarkan prospektus ringkas emiten ini akan menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap I dengan target dana Rp 200 miliar. Pada penerbitan obligasi berkelanjutan II, perusahaan yang bergerak di bidang pertanian kelapa sawit ini menargetkan bisa menghimpun dana Rp 1 triliun. Di tahap I, BWPT akan merilis tiga seri. Seri A bernilai pokok Rp 25,01 miliar dengan bunga tetap 9,5% dengan jangka waktu 370 hari. Seri B ditawarkan sebesar Rp 60,325 miliar dengan bunga tetap 11% berjangka waktu tiga tahun. Seri C dirilis dengan nilai Rp 6,99 miliar dengan tenor lima tahun dengan bunga tetap sebesar 12% per tahun.
Baca Juga: Asing Net Sell Rp 60,2 Triliun Sejak Awal 2026, Cermati Saham yang Banyak Dijual Nilai penerbitan tersebut yakni total Rp 92,325 miliar dijamin dengan kesanggupan penuh, sementara Rp 107,675 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort). Bila jumlah dalam kesanggupan terbaik tidak terjual maka tidak menjadi kewajiban BWPT untuk menerbitkan obligasi tersebut. Selain menerbitkan surat utang konvensional, perusahaan ini akan menawarkan sukuk mudharabah berkelanjutan II dengan target dana yang akan dihimpun Rp 1,5 triliun. Kali ini BWPT akan merilis sukuk mudharabah berkelanjutan II tahap I tahun 2026 dengan target dana Rp 150 miliar. Sukuk mudharabah berkelanjutan II tahap I akan ditawarkan dalam tiga seri. Seri A dirilis senilai Rp 36,11 miliar dalam jangka waktu 370 hari dengan indikasi bagi hasil ekuivalen 9,5%. Seri B ditawarkan dengan nilai Rp 155 juta dan menawarkan indikasi imbal hasil 11% untuk tenor tiga tahun. Untuk seri C dirilis sebesar Rp 630 juta dengan indikasi imbal hasil sebesar 12% untuk tenor lima tahun. Total penerbitan sukuk tersebut untuk yang
full commitment sebesar Rp 36,895 miliar. Untuk penerbitan sukuk
best effort sebesar Rp 113,105 miliar, sehingga tidak menjadi kewajiban untuk menerbitkan. Obligasi dan sukuk mudharabah ini mendapat rating idA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Penjamin pelaksana emisi obligasi BWPT ada lima perusahaan diantaranya adalah PT Aldiracita Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT KB Valbury Sekuritas dan PT Maybank Sekuritas Indonesia. Sedangkan penerbitan sukuk mudharabah menunjuk penjamin pelaksana emisi PT Aldiracita Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT KB Valbury Sekuritas.
Baca Juga: Fitch Ratings Soroti Makroekonomi dan Ketidakpastian Regulasi, Ini Dampak bagi Emiten Adapun jadwal penerbitan surat utang ini sebagai berikut:
- Tanggal efektif 29 Juni 2026
- Masa penawaran umum 30 Juni - 3 Juli 2026
- Tanggal penjatahan 6 Juli 2026
- Tanggal pengembalian uang pemesanan 8 Juli 2026
- Tanggal distribusi obligasi dan sukuk mudharabah secara elektronik 8 Juli 2026
- Tanggal pencatatan di BEI 9 Juli 2026
Surat utang ini akan digunakan emiten plantation untuk membayar pinjaman perbankan sebesar Rp 90 miliar dan sisanya untuk modal kerja. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News