Eagle High Plantations (BWPT) Alokasikan 5% dari Pendapatan 2025 untuk Capex 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2026 untuk memperkuat diversifikasi bisnis hilir. 

Corporate Secretary BWPT Rizka Dewi S mengatakan, anggaran untuk capex tahun ini diperkirakan berada di kisaran sekitar 5% dari pendapatan BWPT pada tahun 2025.

“Belanja modal pada 2026 kami perkirakan berada di kisaran sekitar 5% dari pendapatan tahun 2025. Fokus utama capex akan diarahkan pada pengembangan kernel crushing plant (KCP) sebagai lini bisnis baru Perseroan,” ujar Rizka kepada KONTAN, Jumat (6/3/2026).


Jika merujuk pada pendapatan BWPT pada tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp 5,76 triliun, maka estimasi capex untuk tahun 2026 sebesar Rp 288 miliar.

Baca Juga: Garudafood (GOOD) Targetkan Penjualan Kuartal I Tumbuh 10%, Didorong Momentum Ramadan

Pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi BWPT dalam memperluas portofolio produk turunan kelapa sawit. Melalui kernel crushing plant (KCP), perusahaan dapat mengolah inti sawit menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi.

“Dengan fasilitas ini, BWPT dapat menghasilkan produk turunan seperti CPKO dan PKM (Palm Kernel Meal), yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendukung peningkatan margin usaha,” jelasnya.

Selain pembangunan KCP, sebagian capex juga akan digunakan untuk mendukung kebutuhan energi operasional melalui pembangunan biogas power plant untuk mendukung kebutuhan operasional KCP.

Di samping itu, BWPT tetap mengalokasikan sebagian investasi untuk memperkuat implementasi aspek keberlanjutan atau environmental, social, and governance (ESG) di tingkat grup.

 
BWPT Chart by TradingView

“Kami tetap menjaga disiplin dalam pengelolaan capex agar setiap investasi memberikan nilai tambah yang optimal,” imbuhnya.

Meski memperkuat lini hilir, pada tahun ini BWPT belum memiliki rencana untuk menambah pabrik kelapa sawit (PKS) baru maupun meningkatkan kapasitas pengolahan yang sudah ada.

Seiring dengan langkah diversifikasi tersebut, BWPT tetap menargetkan pertumbuhan produksi pada tahun 2026. Perseroan membidik kenaikan produksi tandan buah segar (TBS), crude palm oil (CPO), serta palm kernel dengan pertumbuhan pada kisaran dua digit dibandingkan tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News