KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) tetap optimistis dapat menjaga pertumbuhan kinerja pada paruh kedua 2026. Corporate Secretary Eagle High Plantations, Rizka Dewi S mengatakan bahwa pencapaian enam bulan pertama 2026 menjadi fondasi positif bagi kinerja perusahaan hingga akhir tahun. Pada semester I-2026, pendapatan BWPT tercatat tumbuh sekitar 17% secara tahunan (yoy) menjadi Rp3,26 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 2,77 triliun. Laba periode berjalan juga meningkat menjadi Rp215 miliar atau tumbuh 16% (yoy) dari Rp 185,14 miliar, yang didukung oleh peningkatan kinerja operasional, disiplin pengelolaan biaya, serta optimalisasi bisnis yang dijalankan secara konsisten.
Baca Juga: Laba Eagle High (BWPT) Naik 16%, Pendapatan Tembus Rp 3,26 Triliun Semester I-2026 "Melihat pencapaian Semester I-2026, Perseroan tetap optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan yang sehat hingga akhir tahun. Pencapaian tersebut memberikan fondasi yang positif bagi Perseroan untuk memasuki Semester II," ujar Rizka kepada Kontan.co.id, pekan lalu. Meski demikian, BWPT tetap menerapkan pendekatan yang prudent dalam mengejar pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun. Perusahaan tidak hanya mengandalkan pergerakan harga crude palm oil (CPO), tetapi juga mengandalkan penguatan operasional, struktur keuangan, serta pengembangan bisnis berkelanjutan. Rizka menjelaskan, strategi perusahaan bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Operational Excellence, Financial Resilience, serta Sustainability and ESG Leadership. Pada sisi operasional, BWPT terus mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, mekanisasi dan digitalisasi. Sementara dari sisi keuangan, perseroan berupaya memperkuat struktur keuangan, menjaga disiplin pengelolaan kas dan kewajiban.
Baca Juga: Eagle High Plantations (BWPT) Alokasikan 5% dari Pendapatan 2025 untuk Capex 2026 "Perseroan juga terus meningkatkan nilai tambah bisnis melalui peningkatan kapasitas pengolahan, pengembangan produk bernilai tambah seperti Kernel Crushing Plant (KCP), serta pemanfaatan limbah menjadi energi terbarukan melalui Biogas Power Plant. Strategi ini diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan, meningkatkan profitabilitas, dan memperkuat ketahanan bisnis dalam jangka panjang," kata Rizka. Sejalan dengan strategi tersebut, BWPT juga terus menjalankan sejumlah program pengembangan bisnis sepanjang 2026. Strategi ekspansi tahun ini lebih diarahkan pada optimalisasi aset yang telah dimiliki dan peningkatan nilai tambah, bukan semata-mata melalui penambahan luas lahan. Sejumlah program yang dijalankan mencakup peningkatan produktivitas melalui new planting dan persiapan replanting, peningkatan kapasitas pengolahan, pembangunan KCP, pengembangan Biogas Power Plant, serta penguatan mekanisasi dan infrastruktur operasional. BWPT juga mengembangkan mill extension, kemitraan Plasma Mandiri dan berbagai inisiatif operasional lainnya sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Untuk mendukung berbagai proyek tersebut,BWPT mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) yang direalisasikan secara bertahap mengikuti perkembangan masing-masing proyek.
Baca Juga: Komitmen Berkelanjutan Terbukti, BWPT Resmi Masuk Konstituen Indeks ESG-KEHATI "Belanja modal Perseroan dialokasikan untuk mendukung berbagai proyek strategis tersebut dan direalisasikan secara bertahap sesuai dengan progres masing-masing proyek, dengan tetap mempertimbangkan prioritas operasional, kondisi pasar, serta disiplin dalam pengelolaan investasi," ujar Rizka. Dalam pengembangan kapasitas pengolahan, salah satu proyek yang telah diselesaikan BWPT adalah mill extension di Kalimantan Timur. BWPT juga tengah mengembangkan KCP sebagai bagian dari strategi hilirisasi dan peningkatan value capture. Melalui KCP, perseroan nantinya dapat mengolah kernel lebih lanjut menjadi crude palm kernel oil (CPKO) dan palm kernel meal. Pengembangan tersebut diharapkan menciptakan lini pendapatan baru sekaligus meningkatkan nilai tambah produk perseroan. Salah satu KCP yang dikembangkan BWPT berlokasi di Kalimantan Tengah dengan kapasitas sekitar 200 ton per hari atau setara 60.000 ton per tahun.
Rizka mengatakan, pelaksanaan proyek KCP dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kesiapan teknis, ekonomis dan kebutuhan operasional perseroan. "Mengenai target commercial operation date, kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah tahapan konstruksi dan commissioning telah mencapai tingkat kesiapan yang memadai," tandasnya.
Baca Juga: Eagle High Plantations (BWPT) Targetkan Pertumbuhan Kinerja Double Digit Pada 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News