Eagle High Plantations (BWPT) Siapkan Capex Rp 300 Miliar, untuk Apa Saja?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perkebunan, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 300 miliar di tahun 2024. 

Direktur Utama BWPT Henderi Djunaidi mengatakan, dana capex tahun ini akan difokuskan untuk pembangunan pembangunan mill extension di Kalimantan Timur, Kernel Crushing Plant (KCP) di salah satu pabrik BWPT di Kalimantan Tengah, serta pembangkit listrik tenaga Biogas (PLTBg) yang juga berada di Kalimantan Tengah.

“Prioritas capex BWPT saat ini sebagai rencana bisnis tahun 2024 yang diharapkan dapat menambah hilirisasi green project sebagai bentuk komitmen BWPT terhadap ESG,” ungkap Henderi, kepada Kontan.co.id, Selasa (13/2). 


Selain itu, dana capex yang sebesar Rp 300 miliar juga digunakan sebagaai modal untuk new planting pada existing HGU, perbaikan infrastruktur serta peremajaan alat berat. 

Baca Juga: Cakra Buana Resources Energi (CBRE) Terima Satu Kapal Baru

Dia menyebutkan, dimulai dari tahun 2024 ini sampai dengan tiga atau empat tahun ke depan, BWPT akan menganggarkan capex sampai dengan total Rp 1 triliun. 

BWPT juga  memiliki rencana membangun pabrik kelapa sawit (PKS) baru hingga tiga tahun ke depan.

Pada 8 Agustus 2023, BWPT telah melakukan groundbreaking PKS berkapasitas 30 ton per jam di Perkebunan Kalimantan Timur. 

Pabrik kelapa sawit di Kalimantan Timur tersebut akan dipercepat pembangunannya dan ditargetkan dapat mulai beroperasi pada kuartal I-2025 mendatang, “Karena existing pabrik saat ini telah beroperasi pada kapasitas maksimum,” tambahnya. 

Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Teken Perjanjian Jual Beli Listrik PLTS dengan PLN

BWPT belum merilis secara resmi laporan keuangan tahun buku 2023, namun apabila menilik realisasi hingga kuartal ketiga, pendapatan usaha BWPT tercatat menurun 6,42% year on year (YoY) menjadi Rp 3,21 triliun. 

Sedangkan dari sisi bottom line, BWPT mencatatkan kinerja positif yang terlihat dari peningkatan laba bersih perseroan yang berada di angka Rp 104,3 miliar, jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang merugi sebesar Rp 15,44 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi