LUXEMBOURG. Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, European Central Bank (ECB) memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya pada level 1% pada Kamis (2/7) kemarin. ECB memilih untuk melakukan aksi menunggu dan mengamati pengucuran kredit ke sistem perbankan dan perekonomian di kawasan Eropa pada umumnya. Presiden ECB Jean-Claude Trichet bilang, ECB cukup gembira dengan meningkatnya permintaan kredit ke rekor tertinggi mencapai 442 miliar euro atau US$ 623 miliar dalam kredit untuk jangka waktu 12 bulan pada minggu lalu. Program pengucuran kredit terbaru ini memang menjadi fokus ECB sejak dilakukannya pemangkasan suku bunga dari 4,25% pada Oktober menjadi 1%. “Kami sangat gembira dengan hasil suplai likuiditas ini. Sebab, upaya kami untuk mendorong kredit tercapai,” jelas Trichet.
ECB dan Islandia Tahan Suku Bunga
LUXEMBOURG. Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, European Central Bank (ECB) memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya pada level 1% pada Kamis (2/7) kemarin. ECB memilih untuk melakukan aksi menunggu dan mengamati pengucuran kredit ke sistem perbankan dan perekonomian di kawasan Eropa pada umumnya. Presiden ECB Jean-Claude Trichet bilang, ECB cukup gembira dengan meningkatnya permintaan kredit ke rekor tertinggi mencapai 442 miliar euro atau US$ 623 miliar dalam kredit untuk jangka waktu 12 bulan pada minggu lalu. Program pengucuran kredit terbaru ini memang menjadi fokus ECB sejak dilakukannya pemangkasan suku bunga dari 4,25% pada Oktober menjadi 1%. “Kami sangat gembira dengan hasil suplai likuiditas ini. Sebab, upaya kami untuk mendorong kredit tercapai,” jelas Trichet.