KONTAN.CO.ID - Ecolab, perusahaan yang menyediakan solusi dan layanan di bidang air, kebersihan dan pencegahan infeksi, baru meresmikan perluasan fasilitas baru di pabriknya yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat. Dengan perluasan tersebut, kapasitas produksi pabrik Ecolab di Citeureup meningkat sebesar 26% dari kapasitas sebelumnya. Fasilitas yang telah diperluas ini akan memproduksi produk-produk berbasis polimer dan lateks yang digunakan dalam proses industri, utilitas, serta aplikasi pengelolaan air limbah di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.
Produk dan solusi ini mendukung beragam industri, termasuk kemasan, pupuk, minyak kelapa sawit, pembangkit listrik, elektronik, kesehatan, panas bumi, pertambangan, kilang, dan petrokimia. Greg Lukasik, SVP & CEO Ecolab Asia Tenggara, menjelaskan, ekspansi pabrik ini tak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi di Indonesia, tetapi juga memperkuat ketahanan rantai pasok Ecolab di seluruh Asia Tenggara. "Perluasan pabrik ini juga bukan hanya soal volumenya, tetapi jenis produk yang bisa kami hasilkan. Inilah yang membuat ekspansi ini sangat krusial untuk melayani pasar Indonesia, tetapi juga untuk mendukung wilayah regional lainnya," ujar Greg di pabrik Ecolab Citeureup, Selasa (19/5).
Baca Juga: Strategi Trakindo Hadapi Kondisi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Greg menjelaskan, dengan perluasan pabrik ini, jenis produk yang dihasilkan merupakan produk baru yang sebelumnya tidak bisa diproduksi di Indonesia. "Dulu kami harus mengimpor produk-produk tersebut dari belahan dunia lain," ujarnya. Perluasan pabrik ini turut mendorong persentase kandungan produksi lokal Ecolab Indonesia. Kini, produk rangkaian polymer yang sudah diproduksi di Ecolab Citeureup memiliki nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 25%. Angka ini sesuai dengan ketentuan TKDN yang ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian. Sebelumnya, seluruh kebutuhan polymer dipenuhi melalui impor dari Ecolab Korea yakni Yangsan Plant, sehingga belum memiliki skor TKDN. Kriteria TKDN yang sudah dipenuhi Ecolab antara lain melakukan investasi dan memiliki fasilitas produksi di Indonesia, seluruh tenaga kerjanya merupakan Warga Negara Indonesia, dan rangkaian polymernya diproduksi di dalam negeri. Evan Jayawiyanto, Presiden Direktur, Ecolab Indonesia menerangkan, perluasan pabrik ini tak hanya ditujukan untuk mendukung Ecolab di Asia Tenggara, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan di pasar Indonesia. Dia bilang, Ecolab ingin fokus ke pasar Indonesia lantaran ingin mendukung pemerintah Indonesia yang tengah berupaya untuk mendorong pertumbuhan berbagai perusahaan dalam meningkatkan kandungan lokalnya, sehingga produk tersebut bisa diproduksi, dijual dan digunakan di pasar domestik. Perluasan pabrik ini pun membuat Ecolab lebih tangguh dalam menyediakan produk di pasar domestik, lebih dekat dan bisa memberikan respon yang lebih cepat bagi para pelanggan mereka di Indonesia.
"Karena di masa lalu kami mengimpor seperti dari Korea, Thailand, dan negara-negara lain, sehingga kami tidak bisa merespons dengan cukup cepat kepada pelanggan kami yang terus berkembang, terutama di sektor industri, energi, pertambangan, dan juga kertas," kata Evan. Greg melanjutkan, perluasan pabrik ini jadi komitmen Ecolab terhadap wilayah Asia Tenggara dalam memperkuat ketahanan rantai pasok, serta meningkatkan pelayanan dan menciptakan nilai tambah bagi para pelanggan Ecolab dalam jangka panjang. Ia juga memastikan bahwa kualitas produk jadi prioritas di Ecolab. Ini bukan hanya kualitas bahan baku yang tinggi, namun juga peralatan yang digunakan di pabrik saat ini merupakan yang terbaik di kelasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News