Edaran transaksi reksadana online bakal terbit



JAKARTA. Transaksi elektronik efek reksadana bakal marak. Sebab, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah menyusun surat edaran untuk melegalkan transaksi reksadana secara online tersebut.

Nurhaida, Dewan Komisioner OJK Bidang Pasar Modal mengatakan, surat edaran tersebut ditargetkan keluar pada semester-II 2013. Namun sayang, Nurhaida tidak bersedia menjelaskan secara rinci detail mekanisme transaksi elektronik efek reksadana tersebut.

Untuk mendapatkan masukan dari publik, OJK telah melakukan dengar pendapat dan diskusi kelompok dengan pihak-pihak yang terkait, seperti Menteri Komunikasi dan Informatika, beberapa manajer investasi (MI) dan agen penjual reksadana (APERD). MI yang hadir seperti Panin Asset Management, Trimegah Asset Management dan Danareksa Investment Management. Adapun, APERD yang hadir yakni Bank Commonwealth dan Bank Mandiri.  


Rudiyanto, Head Of Operation and Business Development  PT Panin Asset Management mengatakan, secara garis besar, surat edaran tersebut akan memfasilitasi transaksi reksadana secara elektronik, seperti menambah dana di reksadana alias top-up. Namun, pembukaan rekening reksadana untuk pertama kali tetap harus dilakukan tatap muka karena harus sesuai dengan prinsip know your customer (KYC).

Gatot S Dewobroto, Kepala Humas Kementrian Komunikasi dan Informatika mengatakan, pihaknya memberikan rekomendasi kepada OJK bahwa surat edaran tersebut harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Di antaranya, harus ada standarisasi dalam mencegah kasus penggelapan dana atau fraud.

Direktur PT Emco Asset Management, Hans Kwee optimistis, beleid ini bisa meningkatkan jumlah investor reksadana. Namun ia bilang, pemberlakuan sistem transaksi elektronik untuk reksadana tersebut tetap harus diiringi dengan edukasi pasar. "Investor reksadana yang bertambah juga akan meningkatkan jumlah investor lokal di pasar modal," kata dia.

Saat ini, sekitar 70% investor di pasar modal Indonesia merupakan investor asing. Ini kurang menguntungkan jika kondisi global memburuk. Sebab, pasar keuangan dalam negeri bakal turun dalam. Akibatnya, pasar saham dan surat berharga negara tertekan.

Ini juga berdampak pada pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Hans bilang, dengan sistem online, diperkirakan investor reksadana bisa naik 100% per tahun, jika diikuti sosialisasi. Wahyu Satriani Ari Wulan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini