Edness Bidik Ekspansi Pasar Fesyen Lewat Strategi Distribusi Digital



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Brand fesyen lokal Edness by Kayla memperkuat strategi bisnis berbasis digital untuk menggarap pasar fesyen perempuan nasional yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah per tahun. 

Setelah 14 tahun beroperasi, perusahaan menilai perluasan jaringan penjualan dan efisiensi distribusi menjadi faktor penentu pertumbuhan di tengah persaingan industri yang semakin padat.

Pemilik sekaligus Creative Director Edness, Kayla Pranes Edward, mengatakan pengembangan bisnis Edness saat ini difokuskan pada penguatan ekosistem penjualan digital melalui program afiliator di berbagai lokapasar. 


"Strategi ini memungkinkan perusahaan memperluas pasar tanpa investasi besar pada gerai fisik dan infrastruktur ritel," ujarnya dalam siaran pers, Senin (12/1/2026).

Baca Juga: J&T Express Bidik Ekspansi Pasar Lewat Trade Expo Indonesia 2025

Model afiliasi tersebut membuka peluang bagi perempuan di berbagai daerah untuk menjadi mitra penjualan secara daring. Dari sisi bisnis, skema ini menekan biaya akuisisi pelanggan dan distribusi, sekaligus mempercepat penetrasi pasar di luar kota-kota utama seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Edness memposisikan produknya pada segmen busana perempuan yang bersifat fleksibel dan ready to wear. Segmen ini dinilai memiliki basis konsumen terbesar, terutama perempuan usia produktif yang membutuhkan pakaian harian hingga semi formal. 

Secara industri, segmen fesyen perempuan menyumbang porsi dominan dari total pasar fesyen nasional, yang ditopang oleh pertumbuhan kelas menengah dan pergeseran pola belanja ke kanal daring.

Dengan tidak membatasi diri pada fesyen muslim, Edness memperluas potensi pasarnya ke kelompok konsumen yang lebih luas. Pendekatan desain yang mudah dipadupadankan dipilih untuk meningkatkan frekuensi pembelian ulang (repeat order), yang menjadi salah satu indikator utama keberlanjutan bisnis fesyen.

Baca Juga: Bidik Pangsa Pasar Global, J&T Express Hadir di Trade Expo Indonesia 2025

Dari sisi produksi, Edness menempatkan kualitas bahan dan kenyamanan sebagai diferensiasi di tengah maraknya brand lokal baru. Strategi ini diarahkan untuk menjaga margin dan loyalitas pelanggan, mengingat persaingan harga di platform digital semakin ketat.

Kayla menyebut pertumbuhan Edness selama lebih dari satu dekade dibangun melalui hubungan jangka panjang dengan reseller dan pelanggan. Umpan balik dari jaringan penjualan menjadi dasar pengembangan produk, sehingga risiko *overstock* dan ketidaksesuaian pasar dapat ditekan.

Dalam konteks skala usaha, pemanfaatan media sosial dan marketplace menjadi kanal utama untuk menjangkau konsumen secara nasional. Pola ini sejalan dengan tren industri fesyen, di mana kontribusi penjualan daring terus meningkat seiring bertumbuhnya ekonomi digital dan adopsi belanja online.

Ke depan, Edness berencana memperkuat distribusi digital dan memperluas kolaborasi dengan UMKM serta komunitas fesyen. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperbesar kapasitas bisnis tanpa meningkatkan biaya tetap secara signifikan.

Sementara itu, Staf Khusus Wakil Ketua DPD Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kartini Amir, menilai industri fesyen nasional memiliki potensi ekspansi regional yang besar. Pasar Asia Tenggara disebut menjadi tujuan utama ekspor karena karakter konsumen yang relatif dekat dengan selera dan kebutuhan pasar Indonesia.

Menurut Kartini, produk fesyen Indonesia diminati di negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand karena kombinasi kualitas, kenyamanan, dan identitas desain.

Baca Juga: Mowilex Perluas Portofolio Pelapis, Bidik Pasar Global lewat WoodMaster

Pada level industri, peluang ekspor ini membuka ruang pertumbuhan bagi brand lokal yang mampu menjaga konsistensi produksi dan distribusi.

Ia menambahkan, penguatan UMKM fesyen, modernisasi rantai pasok, dan dukungan kebijakan promosi internasional akan menentukan kemampuan industri nasional untuk meningkatkan skala usaha. Jika berjalan seiring, sektor fesyen berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia di kawasan Asia Tenggara.  

Selanjutnya: Imago Mulia Persada Ekspansi Ritel Premium lewat Flagship Store B&B Italia Jakarta

Menarik Dibaca: Harga Emas Hari Ini Rekor All Time High, Nyaris Mencapai US$ 4.600 per troi ons

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News