JAKARTA. Awal 2017, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru turun 0,39% ke level 5.275. Namun, penurunan ini bukan karena aturan penolakan otomatis alias auto rejection dikembalikan menjadi simetris. Analis menilai IHSG turun karena pasar belum normal. "Lebih karena pasar sepi," ujar Heldy Arifien, Analis Mirae Asset Sekuritas kepada KONTAN, Senin (3/1). Kemarin, nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya Rp 4,61 triliun dengan volume 5,90 miliar unit saham. Frekuensi transaksi sekitar 174.696 kali. BEI juga menerapkan lagi auto rejection secara simetris. Artinya, batas atas dan batas bawah auto rejection memiliki besaran yang sama di setiap fraksi harga.
Efek auto rejection simetris belum terasa
JAKARTA. Awal 2017, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru turun 0,39% ke level 5.275. Namun, penurunan ini bukan karena aturan penolakan otomatis alias auto rejection dikembalikan menjadi simetris. Analis menilai IHSG turun karena pasar belum normal. "Lebih karena pasar sepi," ujar Heldy Arifien, Analis Mirae Asset Sekuritas kepada KONTAN, Senin (3/1). Kemarin, nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya Rp 4,61 triliun dengan volume 5,90 miliar unit saham. Frekuensi transaksi sekitar 174.696 kali. BEI juga menerapkan lagi auto rejection secara simetris. Artinya, batas atas dan batas bawah auto rejection memiliki besaran yang sama di setiap fraksi harga.