JAKARTA. Sinyal China akan melanjutkan pelonggaran moneter mengangkat harga logam industri, termasuk tembaga. Peluang harga pulih pada jangka panjang juga terbuka, jika stimulus ekonomi global membuahkan hasil. Mengutip Bloomberg, Jumat (26/2) pukul 13.47 WIB, harga tembaga pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange naik 0,70% jadi US$ 4.635 per metrik ton. Dalam sepekan terakhir, harganya juga menguat 0,30%. Pada pertemuan G20 di Shanghai, Gubernur Bank Sentral China (PBOC) Zhou Xiaochan menegaskan, masih melihat ruang pelonggaran moneter. Bank sentral masih memiliki alat kebijakan, sehingga tidak perlu melakukan depresiasi yuan. Adanya stimulus berpotensi mendongkrak ekonomi yang sedang lesu, sehingga berpeluang meningkatkan permintaan logam industri.
Efek China memoles harga tembaga
JAKARTA. Sinyal China akan melanjutkan pelonggaran moneter mengangkat harga logam industri, termasuk tembaga. Peluang harga pulih pada jangka panjang juga terbuka, jika stimulus ekonomi global membuahkan hasil. Mengutip Bloomberg, Jumat (26/2) pukul 13.47 WIB, harga tembaga pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange naik 0,70% jadi US$ 4.635 per metrik ton. Dalam sepekan terakhir, harganya juga menguat 0,30%. Pada pertemuan G20 di Shanghai, Gubernur Bank Sentral China (PBOC) Zhou Xiaochan menegaskan, masih melihat ruang pelonggaran moneter. Bank sentral masih memiliki alat kebijakan, sehingga tidak perlu melakukan depresiasi yuan. Adanya stimulus berpotensi mendongkrak ekonomi yang sedang lesu, sehingga berpeluang meningkatkan permintaan logam industri.