KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (
WMPP) menargetkan perbaikan kinerja pada tahun 2026 seiring meningkatnya konsumsi daging nasional. Pertumbuhan populasi serta dukungan pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pendorong utama prospek industri pangan nasional, termasuk sektor peternakan sapi dan unggas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah internal perusahaan, permintaan daging sapi pada 2026 diproyeksikan mencapai 885.170 ton, meningkat 2,5% dibandingkan proyeksi permintaan tahun 2025 sebesar 863.700 ton.
Baca Juga: Pendapatan Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Meroket 84,5% pada Semester I-2025 Kenaikan permintaan tersebut salah satunya berasal dari potensi kebutuhan daging sapi untuk program MBG yang diperkirakan mencapai sekitar 90.000 ton per tahun. Peningkatan permintaan juga terjadi di industri perunggasan. Melalui program MBG, pemerintah menyebut akan menambah pasokan telur hingga 700.000 ton serta daging ayam sekitar 900.000 ton hingga 1,1 juta ton per tahun. Manajemen WMPP menilai prospek cerah industri pangan tersebut akan berdampak positif terhadap pemulihan kinerja perseroan ke depan. Founder & CEO WMPP Tumiyono mengatakan, dari sisi pendapatan, perusahaan ini menargetkan pertumbuhan hingga dua kali lipat pada 2026 dibandingkan realisasi pendapatan 2025. “Dengan strategi efisiensi yang dijalankan, perusahaan juga menargetkan dapat kembali mencatatkan laba bersih,” ujar Tumiyono dalam keterangan resmi, Kamis (1/1/2026). Pemulihan kinerja WMPP sejatinya mulai terlihat sejak kuartal III-2025. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 697,6 miliar. Capaian tersebut melonjak 87,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2024, dengan kontribusi terbesar berasal dari lini bisnis peternakan unggas (
poultry) yang menyumbang 72,1% dari total pendapatan. Selain didukung prospek industri, perbaikan kinerja WMPP juga ditopang oleh selesainya proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dengan seluruh kreditur yang telah berkekuatan hukum tetap. Dengan demikian, perseroan kini memiliki ruang untuk menata kembali arus kas dan menjalankan kewajiban sesuai dengan skema yang disepakati dalam perjanjian perdamaian.
Baca Juga: Kuota Impor Daging Sapi untuk Industri Ditetapkan 17.097 Ton di 2026, Ini Kata PPSKI “Putusan PKPU ini memberi ruang bagi perusahaan untuk mengatur kembali arus kas sambil mengumpulkan modal kerja dari pertumbuhan pendapatan operasional serta melakukan divestasi sejumlah aset yang sudah tidak produktif,” jelas Tumiyono.
Ke depan, WMPP akan fokus menjaga keberlangsungan bisnis melalui sejumlah langkah strategis. Selain melanjutkan efisiensi di berbagai lini, perseroan akan meningkatkan aktivitas operasional dan utilisasi fasilitas
existing guna mendorong volume penjualan, khususnya pa
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News