Efek pembobolan, OJK awasi harga saham BTN



JAKARTA. Terkuaknya pembobolan dana nasabah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dikhawatirkan akan berdampak pada pergerakan harga saham BTN. Oleh sebab itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bakal melakukan pemantauan harga saham emiten bersandi saham BBTN tersebut.

Nurhaida selaku Anggota Dewan Komisioner OJK mengungkapkan hal tersebut kepada KONTAN, Senin (20/3). "Saya sedang minta bagian pengawasan transaksi untuk mengamati perkembangan harganya," terang Nurhaida.

Sebagai catatan, pada saat kasus ini terkuak harga saham BTN pada akhir perdagangan Senin pekan ini, turun 2,73% ke level Rp 2.200 per saham, dari penutupan Jumat (17/3) di posisi Rp 2.260 per saham. Saat itu, Deutsche Securities Indonesia menjadi broker yang membukukan nilai penjualan bersih (net sell) saham BTN terbesar, yakni senilai Rp 9,58 miliar.


Namun pada hari Selasa (21/3), harga saham BTN berbalik arah dan mencetak kenaikan 2,27% ke posisi Rp 2.250 per saham. Pada saat itu, UBS Securities Indonesia menjadi broker yang mencetak pembelian bersih (net buy) terbesar saham BTN, yakni senilai Rp 3,75 miliar.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, terjadi kasus pembobolan dana nasabah BTN dengan kerugian total Rp 258 miliar. Dana itu milik lima nasabah BTN, yang terdiri dari empat institusi dan satu nasabah individu. Keempat institusi tersebut adalah PT Surya Artha Nusantara (SAN) Finance, PT Asuransi Jiwa Mega Indonesia, Asuransi Umum Mega dan Global Index Investindo. Manajemen BTN menyatakan, kasus ini dilakukan oleh sebuah sindikat yang ikut melibatkan oknum kepala kantor kas BTN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yuwono triatmojo