KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Amdatara) menyoroti kenaikan harga bahan baku kemasan akibat gejolak global. Kondisi ini tidak hanya mengancam kelangsungan ribuan usaha dan puluhan ribu lapangan kerja. Juga berpotensi mengganggu akses masyarakat terhadap air minum aman bagi kesehatan publik. ”Kami menyampaikan keprihatinan serius atas tekanan yang semakin berat terhadap industri air minum dalam kemasan (AMDK) akibat lonjakan harga bahan baku kemasan. Terutama plastik yang berbasis minyak bumi,” ujar Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo, dikutip dari website Amdatara, Sabtu (4/4). Perang Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran sejak 28 Februari 2026 menyebabkan harga minyak mentah dunia melonjak tajam, dari sekitar US$ 67 per barel menjadi US$ 98 per barel pada pertengahan Maret 2026. Sementara harga gas alam acuan di Asia dan Eropa melesat lebih dari 60% dalam periode yang sama.
Efek Perang AS-Israel Versus Iran, Harga Air Dalam Kemasan Bisa Mahal, Kok Bisa?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Amdatara) menyoroti kenaikan harga bahan baku kemasan akibat gejolak global. Kondisi ini tidak hanya mengancam kelangsungan ribuan usaha dan puluhan ribu lapangan kerja. Juga berpotensi mengganggu akses masyarakat terhadap air minum aman bagi kesehatan publik. ”Kami menyampaikan keprihatinan serius atas tekanan yang semakin berat terhadap industri air minum dalam kemasan (AMDK) akibat lonjakan harga bahan baku kemasan. Terutama plastik yang berbasis minyak bumi,” ujar Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo, dikutip dari website Amdatara, Sabtu (4/4). Perang Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran sejak 28 Februari 2026 menyebabkan harga minyak mentah dunia melonjak tajam, dari sekitar US$ 67 per barel menjadi US$ 98 per barel pada pertengahan Maret 2026. Sementara harga gas alam acuan di Asia dan Eropa melesat lebih dari 60% dalam periode yang sama.