Efek Perang Iran, Harga Jual Grosir Jerman Melesat 5,3% di Juli 2026



KONTAN.CO.ID - WIESBADEN. Harga jual tingkat grosir di Jerman mencatatkan kenaikan sebesar 5,3% secara tahunan pada Juli 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi yang tercatat pada Juni 2026.

Berdasarkan laporan Kantor Statistik Federal Jerman Destatis, yang dirilis pada Jumat (14/8/2026), angka inflasi grosir tercatat sebesar 4,9% pada Juni 2026. Sementara, Mei 2026, nilainya 5,9%.

Sementara itu, jika dihitung secara bulanan, harga grosir pada Juli 2026 mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,2%. Angka ini lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang turun 0,7% secara bulanan juga lebih tinggi dibanding konsensus proyeksi analis, yang memprediksi indeks akan turun 0,2%.


Mengutip rilis Destatis, lonjakan harga tersebut utamanya didorong oleh memanasnya konflik di Iran dan kawasan Timur Tengah. Konflik ini lantas memicu kenaikan drastis pada harga produk energi dan bahan baku.

Baca Juga: AS Perpanjang Blokade Laut Iran Tanpa Batas, Tekanan Ekonomi Bakal Diperketat

Destatis menyoroti lonjakan harga paling mencolok terjadi pada sektor produk minyak mineral yang mencatatkan kenaikan harga hingga 24,1% dibandingkan Juli 2025.

Kenaikan di sektor ini juga dipengaruhi oleh penghentian kebijakan pemotongan pajak energi sementara untuk bensin dan solar yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Akibatnya, harga produk minyak mineral naik 4,0% hanya dalam waktu satu bulan dibandingkan Juni 2026.

Selain produk energi, kenaikan harga yang signifikan juga memukul sektor industri logam. Komoditas bijih non-besi, logam non-besi, dan produk logam setengah jadi melambung 27,8% secara tahunan.

Kenaikan harga dua digit juga dialami oleh produk-produk kimia yang naik 13,1% secara tahunan. Padahal di bulan sebelumnya, segmen produk ini mencatatkan penurunan harga 1,1% secara tahunan.

Baca Juga: Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Disebut Belum Terima Dana dari FIFA

Kenaikan tersebut disusul oleh perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang naik sebesar 9,0% secara tahunan, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang cuma naik 1,1%.

Di sisi lain, di tengah lonjakan harga energi dan bahan baku industri, harga di sektor pangan dan peternakan justru memberikan sedikit angin segar karena mengalami deflasi. Harga grosir hewan hidup anjlok cukup dalam, yakni minus 18,5% dibandingkan Juli tahun lalu.

Penurunan serupa juga terjadi pada produk susu, telur, serta lemak dan minyak nabati yang harganya turun 9,4%. Sementara itu, harga daging dan produk olahan daging menyusut sebesar 6,1% secara tahunan.

Data indeks harga grosir ini menjadi salah satu indikator penting bagi pergerakan ekonomi Jerman ke depan, mengingat harga di tingkat grosir sering kali akan diteruskan dan berdampak langsung pada inflasi dari sisi konsumen dalam beberapa bulan mendatang.