JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memastikan, pemberlakuan pembatasan plafon maksimal gadai emas tidak berpengaruh besar terhadap jumlah nasabah perbankan syariah. Hingga saat ini, jumlah nasabah yang memiliki plafon gadai di atas Rp 100 juta masih kecil, walau secara nilai, menguasai sebagaian besar pembiayaan gadai emas. Berdasarkan data BI, hingga September 2011, total gadai emas syariah mencapai Rp 6,1 triliun. Sebanyak Rp 3,66 triliun di antaranya merupakan gadai emas dengan nilai lebih dari Rp 100 juta, setara 60% total pembiayaan. Sisanya, Rp 3,44 triliun, gadai emas dengan nilai kurang dari Rp 100 juta. Dari sisi rekening, nasabah yang melakukan gadai emas syariah di atas Rp 100 juta hanya 4% atau setara dengan 5.491 rekening. Nasabah gadai emas dengan nilai kurang dari Rp 100 juta mencapai 131.781 rekening atau setara 96% dari total rekening nasabah gadai emas sebanyak 137.272 rekening. "Gadai emas yang 4% ini rata-rata Rp 100 juta - Rp 105 juta," ujar Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Mulya effendi Siregar, Jumat (20/1).
Efek plafon gadai tak terlalu signifikan
JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memastikan, pemberlakuan pembatasan plafon maksimal gadai emas tidak berpengaruh besar terhadap jumlah nasabah perbankan syariah. Hingga saat ini, jumlah nasabah yang memiliki plafon gadai di atas Rp 100 juta masih kecil, walau secara nilai, menguasai sebagaian besar pembiayaan gadai emas. Berdasarkan data BI, hingga September 2011, total gadai emas syariah mencapai Rp 6,1 triliun. Sebanyak Rp 3,66 triliun di antaranya merupakan gadai emas dengan nilai lebih dari Rp 100 juta, setara 60% total pembiayaan. Sisanya, Rp 3,44 triliun, gadai emas dengan nilai kurang dari Rp 100 juta. Dari sisi rekening, nasabah yang melakukan gadai emas syariah di atas Rp 100 juta hanya 4% atau setara dengan 5.491 rekening. Nasabah gadai emas dengan nilai kurang dari Rp 100 juta mencapai 131.781 rekening atau setara 96% dari total rekening nasabah gadai emas sebanyak 137.272 rekening. "Gadai emas yang 4% ini rata-rata Rp 100 juta - Rp 105 juta," ujar Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Mulya effendi Siregar, Jumat (20/1).