Efek proyeksi China



JAKARTA. Bursa regional kembali menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selasa (6/3), IHSG, ditutup melemah 0,45% menjadi 3.967.

Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia, mengatakan, bursa regional lesu setelah Pemerintah China memangkas proyeksi pertumbuhan ekonominya menjadi 7,5%. Sejatinya, dampak perubahan pertumbuhan ekonomi China lebih terasa di Amerika Serikat (AS) maupun Eropa.

Dia memprediksi, pergerakan IHSG hari ini akan terpengaruh posisi terakhir Dow Jones Industrial Average (DJIA). Jika DJIA, Selasa (6/3) berakhir di atas support, 12.900, IHSG berpotensi rebound.


Pemodal juga harus mencermati pergerakkan saham BMRI dan PTBA. Dua saham tersebut terancam aksi jual, menyusul kinerja tahun 2012 yang di bawah ekspektasi. Jika dua saham ini terkena tekanan jual, kemungkinan besar IHSG goyah.

Indikator teknikal menunjukkan, IHSG bergerak mendatar, dan bisa melandai. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung melemah. "IHSG bisa melemah secara terbatas," ujar Muhammad Alfatih, Analis Samuel Sekuritas.

Alfatih memperkirakan IHSG, hari ini, akan bergerak di antara support 3.936 serta resistance 4.004. Proyeksi Satrio, IHSG akan bergerak di antara kisaran support 3.960-4.008 dan resistance 3.900-4.025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini