Efek Sentimen Tarif Trump, Rupiah Melemah ke Rp 16.829 per Dolar AS



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (24/2/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,16% secara harian ke Rp 16.829 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah melemah 0,07% secara harian ke Rp 16.830 per dolar AS. 

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi kebijakan tarif AS. Presiden AS Donald Trump memperingatkan negara-negara agar tidak menarik diri dari kesepakatan perdagangan yang baru saja dinegosiasikan dengan AS setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif darurat.


Baca Juga: Prime Agri Resources (SGRO) Siap Lunasi Surat Utang Total Rp 205,2 Miliar

“Trump mengatakan akan mengenakan bea masuk yang jauh lebih tinggi berdasarkan undang-undang perdagangan yang berbeda,” kata Ibrahim, Selasa (24/2/2026). 

Ibrahim menambahkan Trump juga akan menaikkan tarif sementara dari 10% menjadi 15% untuk impor AS dari semua negara, tingkat maksimum yang diizinkan berdasarkan hukum. 

Dari dalam negeri, Ibrahim melihat pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen utang. Pemerintah bilang bahwa pembiayaan utang dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, fleksibilitas, serta kedisiplinan untuk menjaga utang dalam batas aman.

Pemerintah tercatat menarik utang baru Rp 127,3 triliun sepanjang Januari 2026. Angka ini mengambil porsi 15,3% dari total target APBN sepanjang tahun ini yang mencapai Rp 832,2 triliun. 

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Rabu (25/2/2026) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.830 – Rp 16.860 per dolar AS.

Selanjutnya: Eni to Reach Final Investment Decision for Indonesia Gas Projects Next Month

Menarik Dibaca: 9 Minuman Probiotik yang Bagus untuk Kesehatan Usus

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News