Efek Trump, Samsung mungkin bangun pabrik di AS



Samsung Electronics kemungkinan membangun pabrik home appliances (peralatan rumah tangga) di AS. Sebuah sumber mengatakan, perusahaan multinasional itu mempertimbangkan hal tersebut untuk menanggapi kritik Presiden AS Donald Trump tentang impor. Namun, sumber ini menyatakan, soal lokasi pabrik dan berapa persisnya nilai investasi yang akan digelontorkan raksasa elektronik itu belum diputuskan. Narasumber ini menolak disebutkan identitasnya karena tidak memiliki otorisasi membicarakan masalah ini secara terbuka. Pemerintahan baru AS mengancam akan mengenakan pajak impor. Bahkan Presiden Trump menyerang beberapa perusahaan terbesar dunia yang membuat barang di luar negeri untuk dijual kepada konsumen di AS. Semua ini  memicu gelombang janji untuk berinvestasi lebih banyak di AS. Melalui cuitannya di Twitter, Presiden AS yang baru, Donald Trump mengatakan,  "Thank you, @samsung! We would love to have you!" Samsung menolak berkomentar terkait kabar penambahan fasilitas produksi di AS. Namun perusahaan Korea Selatan ini menyatakan, mereka telah melakukan investasi yang signifikan di AS, termasuk dana sebesar US17 miliar yang telah mereka belanjakan untuk pabrik chip di Austin, Texas. "Kami terus mengevaluasi kebutuhan investasi baru di AS yang dapat membantu kami memberikan layanan terbaik untuk pelanggan," demikian pertanyaan Samsung dalam sebuah surat elektronik. Beberapa perusahaan lain telah melakukan tindakan pencegahan untuk menangkal kritik Trump. Hyundai Motor Group, misalnya,  bulan lalu menyatakan akan menggenjot investasi di AS sebesar 50% menjadi  US$ 3,1 miliar dalam  5 tahun. Januari lalu, LG Electronics juga mengumumkan keputusannya membangun basis manufaktur di AS pada semester I-2017 dan memperingatkan risiko kebijakan perdagangan pemerintahan Trump. Jay Yoo, Analis Korea Investment, mengatakan,  pembangunan  pabrik perakitan  tersebut tidak akan membebani keuangan  Samsung dan LG. Jika pajak perbatasan diberlakukan, maka investasi pabrik menjadi penting jika mereka ingin tetap kompetitif dengan pesaing seperti Whirlpool yang membuat peralatan di dalam AS. "Tentu saja biaya akan naik, tetapi jika mereka tidak melakukan itu mereka akan terpukul oleh tarif," kata Yoo. LG sedang mempertimbangkan Tennessee sebagai lokasi pabrik baru peralatan rumah tangga dan televisi, demikian informasi seorang sumber  kepada Reuters. Namun juru bicara LG menolak berkomentar mengenai hal ini. "Ini sesuatu yang telah dipertimbangkan bertahun-tahun di LG, situasi politik saat ini hanya mempercepat waktu keluarnya keputusan," ujar sumber tersebut.


Editor: Mesti Sinaga