Efektivitas vaksin corona mendorong IHSG menguat hari ini, Selasa (17/11)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (17/11) ditutup menguat 0,64% ke level 5.529,94. Asing tercatat melakukan aksi beli di seluruh pasar mencapai Rp 739,55 miliar. Penguatan didorong oleh sektor infrastruktur yang menguat 3,06% dan konsumer yang menguat 1,74%.

Analis MNC Sekuritas Aqil Triyadi menjelaskan IHSG menguat hari ini didorong oleh perkembangan vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Moderna dengan efektivitas mencapai 94%. Sentimen positif lainnya datang dari bursa global yang ditutup menguat cukup signifikan. 

Aqil memprediksi IHSG besok masih akan cenderung menguat, namun jika belum mampu menembus level resistance 5.613 maka IHSG berpeluang terkoreksi menguji level support 5.427. Dus besok IHSG diprediksi bergerak di level support 5.427-5.471 dan resistance 5.577-5.613.


Baca Juga: IHSG menguat 0,64% pada Selasa (17/11), net buy asing menyentuh Rp 739 miliar

"Sentimen yang perlu dicermati dari pergerakan bursa global dan pergerakan harga komoditas, selain itu perkembangan dari vaksin Covid-10 yang masih akan mewarnai pergerakan pasar," jelas Aqil, Selasa (17/11).

Sependapat, Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher Jordan menjelaskan penguatan IHSG didorong oleh optimisme pasar terhadap vaksin Covid-19 yang baru saja diuji coba dengan tingkat efektivitas 94% dan didorong penguatan bursa global.  "Besok IHSG diprediksi menguat, masih dibayangi oleh sentimen positif dari global terkait vaksin Covid-19," jelasnya.

Secara teknikal, Dennies menjelaskan pola pergerakan masih bergerak dalam tren bullish yang cukup kuat. Namun investor masih perlu mencermati angka kasus Covid-19 di Indonesia yang kembali naik pesat. IHSG diprediksi bergerak di level support 5.488-5.508 dan resistance di level 5.555-5.582.  

Baca Juga: IHSG menguat ke 5.529 pada Selasa (17/11), net buy terbesar di saham TLKM dan BBCA

Untuk Rabu (18/11) Aqil merekomendasikan pelaku pasar mencermati saham TBIG dengan support Rp 1.355 - Rp 1.330 dan resistance Rp 1.430 - Rp 1.460. Kemudian saham LPPF dengan support Rp 915 - Rp 900 dan resistance Rp 1.075 - Rp 1.130. 

Sementara itu Dennies merekomendasikan pelaku pasar untuk mencermati saham TINS dan MNCN yang memiliki peluang menguat. Dennies menargetkan harga TINS di level Rp 1.100 - Rp 1.130 dan MNCN di harga Rp 970 - Rp 1.000. 

Selanjutnya: IHSG Hari Ini Ditutup Menguat, Asing Borong Saham TLKM dan BBCA, Jual BBRI dan BBNI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi