Eijkman targetkan kandidat vaksin corona rilis awal tahun depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kandidat vaksin corona (Covid-19) yang saat ini sedang kembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menargetkan sudah tersedia tahun depan.

Wakil Kepala Lembaga Eijkman Herawati Sudoyo menyebut bahwa saat ini selain melakukan penelitian mandiri vaksin yang ditunggu-tunggu tersebut, pihaknya juga mengerjakan pengembangan vaksin dengan platform lainnya.

"Awal tahun depan itu harus sudah ada, kelihatannya bisa ada, kandidatnya atau bibitnya. Tapikan sekarang dikerjakan paralel, apapun juga platform yang bisa kita lakukan ya kita lakukan. Karena kita sekarang sadari we need the vaksin," tutur Hera saat Diskusi Virtual pada Minggu (2/8).


Baca Juga: UPDATE corona di Jakarta, Minggu 2 Agustus positif 22144, sembuh 14027, meninggal 844

Lembaga Eijkman sendiri disebut Hera, memilih platform berupa sub unit protein, di mana bagian dari virus tersebut yang akan digunakan sebagai antigen. Nantinya diharapkan dapat merangsang antibodi di tubuh manusia.

"Kita ada isolat banyak kita gunakan isolat Indonesia jadi landasan dari vaksin tersebut. Ngga semua seluruh virus kita pakai kita ambil bagian sedikit melalui Genom virus. Protein kita rangsang supaya dia bentuk bagian protein yang akan dipakai, setelah ekspresi lalu ada tes di Biosafety Laboratory level 3. Baru setelah ada bibit vaksin diberikan ke industri, masih ada uji hewan dan uji klinis tiga fase," jelas Hera.

Hera menambahkan bahwa saat ini semua penelitian mengenai vaksin Covid-19 sudah tidak jamannya tertutup. Mulai dari teknologi, hasil uji klinik juga perlu disebarkan untuk dapat menghasilkan vaksin yang tepat untuk merangsang antibodi.

"Kita tahu ada ratusan kandidat vaksin sebenarnya dan lima yang kandidat sudah masuk fase tiga, lima itulah yang akan masuk ke pasar sebentar lagi," imbuhnya.

Baca Juga: Gubernur Anies Baswedan blusukan di laboratorium corona Jakarta akhir pekan ini

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Brian Sri Prahastuti mengatakan bahwa, harapannya dengan mendorong penelitian vaksin mandiri dapat menghadapi tantangan jumlah penduduk Indonesia yang hampir 270 juta orang.

"Tantangan yang kita hadapi ini kan penduduk kita yang banyak, hampir 270 juta. Apalagi dengan semangat kemandirian artinya kita bisa atasi ini dengan sumber daya yang kita miliki, sehingga ketergantungan dengan luar seminimal mungkin. Kita dorong platform satu ini (mandiri) bisa jalan dengan baik," kata Brian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto