Ekamas Mora Republik (MORA) Bukukan Kenaikan Laba Bersih 96,55 pada Tahun 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (15/6/2026). Dalam acara tersebut, MORA turut menyampaikan hasil kinerja operasional dan keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer PT Ekamas Mora Republik Tbk, Timotius Max Sulaiman mengatakan bahwa perseroan telah berhasil membukukan  pertumbuhan yang berkelanjutan di sebagian besar lini bisnis, didukung oleh ekspansi jaringan fiber optic, peningkatan basis pelanggan, serta penguatan kapasitas infrastruktur digital.

Kemudian, perseroan juga mencatatkan peningkatan kinerja keuangan yang positif. Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan 21% atau sekitar Rp1,3 triliun pada pendapatan segmen retail. 


Baca Juga: Telkomsel Optimalkan Momentum Piala Dunia 2026 untuk Perkuat Layanan Digital

Perseroan juga mencatatkan peningkatan EBITDA sebesar Rp2,0 triliun atau sekitar 9,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga membukukan laba bersih yang meningkat signifikan sekitar 96,5% atau setara hampir Rp516 miliar dari Rp263 miliar di tahun sebelumnya.

Timotius menyebut bahwa hasil tersebut merupakan momentum perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat sepanjang tahun 2025 melalui penguatan bisnis inti berupa perluasan jaringan fiber optic, percepatan ekspansi FTTH dan FTTX, serta penguatan kapasitas jaringan untuk menjawab lonjakan kebutuhan konektivitas ritel maupun enterprise. 

"Kami melihat kebutuhan konektivitas yang terus meningkat sebagai peluang jangka panjang yang akan terus kami optimalkan melalui investasi infrastruktur yang berkelanjutan," ujar Timotius Max Sulaiman dalam acara Public Expose di Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).

Timotius menyebutkan bahwa perseroan pada akhir tahun 2025 juga berhasil mencatatkan peningkatan kinerja operasional yang signifikan. 

Sebab, jumlah homepass bertumbuh 36% karena berhasil mencatatkan jumlah homepass sebanyak 1 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan 788 ribu homepass.

Bahkan jumlah pelanggan ritel juga mengalami peningkatan sekitar 46% atau sekitar 330 ribu pelanggan, sementara pelanggan segmen enterprise tumbuh sekitar 44% menjadi lebih dari 17 ribu pelanggan. 

"Di sisi infrastruktur, panjang jaringan fiber optic per 31 Desember 2025 mencapai sekitar 58 ribu kilometer, dimana kapasitas bandwidth mengalami peningkatan sekitar 18% menjadi sekitar 38 Tbps," kata dia.

Baca Juga: Harga Keekonomian Pertamax Capai Rp 19.200 per Liter, Begini Hitungannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News