KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemulihan konsumsi rumah tangga di akhir 2025 memang terlihat nyata, terutama karena dorongan belanja musiman Natal dan Tahun Baru. Namun, mengaitkan perbaikan ini sebagai sinyal penguatan fundamental daya beli perlu dibaca dengan lebih hati-hati. Lonjakan konsumsi tersebut lebih mencerminkan efek musiman ketimbang perubahan struktural pada kekuatan ekonomi rumah tangga. Optimisme bahwa tren ini akan berlanjut ke awal 2026 juga belum sepenuhnya bebas risiko. Pemerintah memang mengandalkan kombinasi stimulus fiskal dan momentum Ramadan-Idul Fitri sebagai penopang permintaan. Tetapi, sejarah juga menunjukkan bahwa dorongan musiman kerap bersifat sementara dan tidak selalu diikuti perbaikan daya beli yang berkelanjutan. Dari sisi harga, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Desember 2025 sebesar 2,92%, masih dalam rentang target pemerintah. Di atas kertas, angka ini mencerminkan stabilitas. Namun, stabilnya inflasi belum tentu identik dengan kuatnya konsumsi. Dalam banyak kasus, inflasi yang terkendali justru bisa mencerminkan permintaan yang belum sepenuhnya pulih.
Ekonom Bank Mandiri : Inflasi Terkendali, Daya Beli Belum Sepenuhnya Pulih
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemulihan konsumsi rumah tangga di akhir 2025 memang terlihat nyata, terutama karena dorongan belanja musiman Natal dan Tahun Baru. Namun, mengaitkan perbaikan ini sebagai sinyal penguatan fundamental daya beli perlu dibaca dengan lebih hati-hati. Lonjakan konsumsi tersebut lebih mencerminkan efek musiman ketimbang perubahan struktural pada kekuatan ekonomi rumah tangga. Optimisme bahwa tren ini akan berlanjut ke awal 2026 juga belum sepenuhnya bebas risiko. Pemerintah memang mengandalkan kombinasi stimulus fiskal dan momentum Ramadan-Idul Fitri sebagai penopang permintaan. Tetapi, sejarah juga menunjukkan bahwa dorongan musiman kerap bersifat sementara dan tidak selalu diikuti perbaikan daya beli yang berkelanjutan. Dari sisi harga, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Desember 2025 sebesar 2,92%, masih dalam rentang target pemerintah. Di atas kertas, angka ini mencerminkan stabilitas. Namun, stabilnya inflasi belum tentu identik dengan kuatnya konsumsi. Dalam banyak kasus, inflasi yang terkendali justru bisa mencerminkan permintaan yang belum sepenuhnya pulih.