Ekonom Bank Mandiri perkirakan inflasi Februari 2021 sebesar 0,09%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Bank Mandiri memperkirakan, inflasi bulan Februari 2021 mengendur dan akan mencapai 0,09% secara bulanan (mom). Angka proyeksi inflasi ini menurun dari inflasi pada bulan Januari 2021 yang sebesar 0,26% mom.

Dengan demikian, perkembangan inflasi tahunan pada bulan Februari 2021 sebesar 1,36% yoy atau lebih rendah dari pergerakan inflasi tahunan 1,55% yoy pada bulan Januari 2021.

Hal ini membuat inflasi di dua bulan pertama tahun ini sebesar 0,35% ytd, lebih  rendah dari inflasi pada periode sama tahun 2019 yang sebesar 0,66% ytd.


“Permintaan tetap lemah, di tengah pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat,” ujar ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman dalam laporannya, Jumat (26/2).

Baca Juga: Ada pengumuman data inflasi dan indeks manufaktur, simak proyeksi IHSG Senin (1/3)

Meski begitu, musim penghujan masih membuat adanya peningkatan beberapa harga komoditas pangan, seperti cabai, bawang merah, dan daging sapi.

“Peningkatan harga komoditas tersebut seiring dengan musim hujan yang menyebkan gagal panen dan gangguan distribusi pangan,” tambah Faisal.

Ke depan, Faisal optimistis, inflasi akan kembali ke target kisaran sasaran yang sebesar 3% plus minus 1%. Tepatnya, inflasi akan bergerak di kisaran 2,92% yoy, atau meningkat dari inflasi tahun 2020 yang sebesar 1,68% yoy.

Kembalinya inflasi ke kisaran sasaran seiring dengan pemulihan ekonomi domestik dan meningkatnya permintaan. Tak hanya itu, adanya peningkatan uang beredar (M2) dari stiulus ekonomi Covid-19 yang dilakukan di tahun lalu juga akan menimbulkan tekanan inflasi.

Hanya, dampaknya sebagian besar akan terasa di paruh kedua tahun ini, ketika mobilitas masyarakat sudah mulai meningkat dan aktivitas bisnis sudah mulai bergulir.

“Namun, ini juga dengan asumsi kasus harian Covid-19 telah menurun, pembatasan aktivitas masyarakat telah dikendorkan, dan program vaksinasi dijalankan dengan lancar,” kata Faisal.

Selanjutnya: BI perkirakan inflasi Februari 2021 sebesar 0,08%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat