KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dari target awal 2,78% menjadi 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Desember lebih berdampak pada sentimen investor surat utang negara atau obligasi. Menurut David, meski defisit APBN tercatat lebih tinggi dari perkiraan awal, posisinya masih berada di bawah ambang batas 3% sesuai Undang-Undang Keuangan Negara, sehingga dampaknya terhadap investor obligasi dinilai relatif terbatas. “Sejauh ini dampaknya lebih ke sentimen pada investor obligasi. Defisit APBN memang lebih tinggi dari perkiraan, tapi masih di bawah threshold sesuai Undang-Undang Keuangan Negara, sehingga dampaknya terhadap investor seharusnya relatif netral,” ujar David kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).
Ekonom BCA: Defisit APBN 2025 ke 2,92% PDB, Bisa Pengaruhi Sentimen Investor Obligasi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dari target awal 2,78% menjadi 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Desember lebih berdampak pada sentimen investor surat utang negara atau obligasi. Menurut David, meski defisit APBN tercatat lebih tinggi dari perkiraan awal, posisinya masih berada di bawah ambang batas 3% sesuai Undang-Undang Keuangan Negara, sehingga dampaknya terhadap investor obligasi dinilai relatif terbatas. “Sejauh ini dampaknya lebih ke sentimen pada investor obligasi. Defisit APBN memang lebih tinggi dari perkiraan, tapi masih di bawah threshold sesuai Undang-Undang Keuangan Negara, sehingga dampaknya terhadap investor seharusnya relatif netral,” ujar David kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).