Ekonom BCA: Populasi penduduk dan infrastruktur jadi penopang ekonomi Pulau Jawa



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 7,07% yoy pada kuartal II-2021, atau kembali ke zona positif.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, kinerja apik perekonomian pada periode April 2021 hingga Juni 2021 tersebut juga disokong oleh pemulihan ekonomi kelompok provinsi di pulau-pulau Indonesia.

Namun, pertumbuhan rupanya masih Jawa-sentris atau terpusat di Pulau Jawa. Data BPS menunjukkan, pulau Jawa masih memberikan kontribusi jumbo sebesar 57,92% dari keseluruhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.


Pulau ini pun tercatat tumbuh 7,88% yoy, setelah pada kuartal I-2012 tumbuh negatif 0,88% yoy.

Baca Juga: Soal ekonomi Pulau Jawa yang masih mendominasi, ini kata ekonom Bank Mandiri

Kepala ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai, pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa yang meningkat disebabkan oleh adanya basis pertumbuhan pada kuartal II-2020 yang rendah akibat adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Nah, pada kuartal II-2021 tahun ini, mobilitas makin baik. Selain itu, ada faktor besarnya populasi penduduk dan infrastruktur yang lebih baik sehingga berkontribusi pada tingginya pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa,” kata David kepada Kontan.co.id, Minggu (8/8).

Kemudian, ia menyoroti pertumbuhan luar Pulau Jawa. Seperti kita ketahui, kontributor kedua pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021 adalah Pulau Sumatera.

Dengan sumbangan sebesar 21,73%, pulau ini berhasil tumbuh 5,27% yoy setelah pada kuartal I-2021 tumbuh negatif 0,86% yoy.

Diikuti dengan Pulau Kalimantan yang memberi kontribusi 8,21% yoy, tercatat tumbuh 6,28% yoy setelah pada kuartal I-2021 tumbuh minus 2,23% yoy.

Kemudian Pulau Sulawesi tumbuh 8,51% yoy dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 6,88%. Sementara Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 3,70% yoy dan memberi sumbangan 2,85%. Maluku dan Papua tubuh 8,75% yoy dengan sumbangan 2,41%.

Baca Juga: BPS sarankan untuk dorong industri manufaktur dan pertanian lebih tinggi

David pun berharap, ke depan jurang kontribusi perekonomian luar Jawa bisa mennyempit. Hal ini bisa dilakukan dengan pemerataan pembangunan infrastruktur dan kawasan industri di luar Jawa, sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.

Ia juga berharap, pada kuartal III-2021 nantinya ini juga bisa berkontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengingat pada saat ini Jawa dan Bali mengalami pembatasan aktivitas yang ketat akibat lonjakan kasus harian Covid-19.

David pun memprediksi, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 nantinya akan berada di kisaran 3,6% yoy seiring dengan adanya pembatasan tersebut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto