Ekonom BCA Ungkap Fenomena Lipstick Effect Saat Ekonomi Melambat



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Di tengah tekanan daya beli masyarakat, konsumen tetap membeli produk yang memberikan kepuasan atau menjaga penampilan meskipun kondisi ekonomi sedang melambat.Fenomena ini dikenal sebagai lipstick effect, 

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) David E. Sumual mengatakan, sektor kecantikan dan perawatan diri serta gaya hidup masih menunjukkan prospek yang menarik berdasarkan pemantauan data ekonomi BCA.

Menurutnya, masyarakat yang menghadapi keterbatasan anggaran belum tentu menghentikan seluruh pengeluaran untuk kebutuhan gaya hidup. 


Sebagian konsumen dapat beralih ke produk yang lebih terjangkau atau memilih barang berukuran lebih kecil agar tetap bisa membeli produk yang diinginkan.

Baca Juga: Ketidakpastian Tinggi, Penting Jaga Momentum Pertumbuhan & Ekspektasi Pelaku Ekonomi

"Walaupun daya beli mungkin menurun, tapi mereka tetap ingin cantik, tetap tampil cantik," ujar David dalam acara Business Outlook 2027, Senin (19/10/2026).

Dia mencontohkan, konsumen yang sebelumnya membeli produk dalam ukuran besar dapat beralih ke ukuran lebih kecil. Dengan cara tersebut, konsumen tetap bisa membeli produk kecantikan tanpa mengeluarkan biaya sebesar sebelumnya.

"Jadi justru dalam ekonomi yang menurun itu, lipstick effect terjadi. Mungkin dia enggak mau turun gengsi, tapi mungkin beli minyak wangi yang kecil-kecil," katanya.

Selain sektor kecantikan dan perawatan diri, David juga menyoroti sejumlah sektor lain yang dinilai masih memiliki prospek di tengah tantangan ekonomi, antara lain teknologi, industri wellness, industri hewan peliharaan (pet industry), logistik, dan pariwisata.

Untuk sektor wellness, dia melihat meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan setelah pandemi turut mendorong perkembangan ekosistem usaha yang berkaitan dengan olahraga dan layanan kesehatan.

Baca Juga: Prabowo Panggil Lagi Sejumlah Menteri Bahas Karhutla, Bahas Status Bencana Nasional

Sementara itu, aktivitas belanja daring yang semakin berkembang selama pandemi juga dinilai masih mendukung prospek sektor logistik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News