KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan terhadap rupiah berpotensi meningkat seiring kembali menguatnya dolar AS setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya. Kondisi tersebut membuat Bank Indonesia (BI) dinilai perlu menyiapkan opsi pengetatan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai BI perlu membuka opsi untuk mengikuti langkah The Fed dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25-50 basis poin (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) September 2026. Menurut David, opsi tersebut perlu dipertimbangkan apabila penguatan dolar AS terus berlanjut dan memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah hingga akhir tahun.
Ekonom: BI Perlu Buka Opsi Naikkan BI Rate 25-50 Bps pada September 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan terhadap rupiah berpotensi meningkat seiring kembali menguatnya dolar AS setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya. Kondisi tersebut membuat Bank Indonesia (BI) dinilai perlu menyiapkan opsi pengetatan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai BI perlu membuka opsi untuk mengikuti langkah The Fed dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25-50 basis poin (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) September 2026. Menurut David, opsi tersebut perlu dipertimbangkan apabila penguatan dolar AS terus berlanjut dan memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah hingga akhir tahun.
TAG: