KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada periode 15-30 April 2026 dilaporkan bahwa harga solar industri melejit hingga menyentuh harga Rp30.550 per liter. Angka tersebut meningkat Rp2.400 dibandingkan periode sebelumnya yang hanya berada di level Rp28.150 per liternya. Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (CORE), Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa kondisi seperti ini justru membuat biaya logistik dan produksi alami kenaikan. Khususnya bagi industri manufaktur, transportasi, dan distribusi yang sangat bergantung pada bahan bakar tersebut. Kemudian, dia menjelaskan melejitnya harga solar ini juga berhubungan dengan kondisi pelemahan rupiah dalam negeri. Sebab, harga solar yang melejit juga didukung dampak pelemahan rupiah.
Ekonom Core: Kombinasi Mahalnya Solar dan Lemahnya Rupiah Ciptakan Efek Berlapis
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada periode 15-30 April 2026 dilaporkan bahwa harga solar industri melejit hingga menyentuh harga Rp30.550 per liter. Angka tersebut meningkat Rp2.400 dibandingkan periode sebelumnya yang hanya berada di level Rp28.150 per liternya. Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (CORE), Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa kondisi seperti ini justru membuat biaya logistik dan produksi alami kenaikan. Khususnya bagi industri manufaktur, transportasi, dan distribusi yang sangat bergantung pada bahan bakar tersebut. Kemudian, dia menjelaskan melejitnya harga solar ini juga berhubungan dengan kondisi pelemahan rupiah dalam negeri. Sebab, harga solar yang melejit juga didukung dampak pelemahan rupiah.
TAG: