KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet meminta agar pemerintah mempertimbangkan kembali terkait rencana menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Rendy memahami rencana kenaikan harga BBM subsidi disebabkan oleh meningkatnya harga minyak internasional. Sementara asumsi pemerintah terhadap harga minyak terutama di tahun ini lebih rendah jika dibandingkan relisasi harga minyak saat ini. Sebagai ilustrasi, asumsi harga minyak pada asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditetapkan US$ 63 per barel. Sementara harga minyak saat ini berada dikisaran US$ 100 per barel.
Ekonom CORE Minta Rencana Kenaikan Harga BBM Dipertimbangkan Kembali
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet meminta agar pemerintah mempertimbangkan kembali terkait rencana menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Rendy memahami rencana kenaikan harga BBM subsidi disebabkan oleh meningkatnya harga minyak internasional. Sementara asumsi pemerintah terhadap harga minyak terutama di tahun ini lebih rendah jika dibandingkan relisasi harga minyak saat ini. Sebagai ilustrasi, asumsi harga minyak pada asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditetapkan US$ 63 per barel. Sementara harga minyak saat ini berada dikisaran US$ 100 per barel.