KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang, memproyeksikan inflasi domestik ke depan akan cenderung melandai, seiring melemahnya aktivitas manufaktur dan moderasi permintaan domestik. Badan Pusat Statitik (BPS) mencatat inflasi Juni meningkat secara tahunan tercatat sebesar 3,34% (yoy) dan 0,44% secara bulanan (mtm), namun masih berada di batas atas target Bank Indonesia (BI). Tekanan inflasi terutama berasal dari kenaikan harga BBM nonsubsidi, tarif transportasi udara, serta komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih, dan beras. Inflasi inti tercatat naik menjadi 2,76% yoy, ditopang harga emas perhiasan, smartphone, minyak goreng, dan biaya pendidikan. Sementara itu, inflasi volatile food melambat menjadi 5,58% yoy, sedangkan inflasi administered prices naik menjadi 3,42% yoy akibat kenaikan harga BBM rumah tangga.
Ekonom Danamon Proyeksikan Inflasi Melandai Seiring Pelemahan Aktivitas Manufaktur
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang, memproyeksikan inflasi domestik ke depan akan cenderung melandai, seiring melemahnya aktivitas manufaktur dan moderasi permintaan domestik. Badan Pusat Statitik (BPS) mencatat inflasi Juni meningkat secara tahunan tercatat sebesar 3,34% (yoy) dan 0,44% secara bulanan (mtm), namun masih berada di batas atas target Bank Indonesia (BI). Tekanan inflasi terutama berasal dari kenaikan harga BBM nonsubsidi, tarif transportasi udara, serta komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih, dan beras. Inflasi inti tercatat naik menjadi 2,76% yoy, ditopang harga emas perhiasan, smartphone, minyak goreng, dan biaya pendidikan. Sementara itu, inflasi volatile food melambat menjadi 5,58% yoy, sedangkan inflasi administered prices naik menjadi 3,42% yoy akibat kenaikan harga BBM rumah tangga.