JAKARTA. Jika tidak ada aral melintang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengumumkan hasil final reshuffle kabinet malam ini. Para pelaku pasar harap-harap cemas mengingat pengumuman hasil kocok ulang kabinet akan berlangsung di saat situasi pasar keuangan global tengah meradang, akibat pesimisme Jerman menangani krisis utang Eropa. Hari ini, hampir seluruh bursa saham di dunia anjlok terhempas ketidakpastian Eropa menangani krisis utang yang telah menyanderanya berbulan-bulan. Memang, isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu jilid II yang bergulir selama ini tidak terlalu mempengaruhi pergerakan pasar. Pasar keuangan lebih banyak tersetir isu eksternal. Namun, bagi pasar, pergantian nama-nama pembantu Presiden SBY terutama di tim ekonomi tetap menjadi perhatian utama. "Reshuffle kabinet jika dilakukan berdasarkan kompetensi dan tidak berdasarkan pembagian kavling politik, bisa menambah daftar positif ekonomi kita," ungkap Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih kepada KONTAN, kemarin. Sayangnya, nama-nama baru calon Menteri yang beredar dan hampir pasti ditunjuk untuk menduduki pos-pos strategis perekonomian, menurut Lana kurang tepat. Hal ini berpotensi menambah daftar sentimen negatif di pasar. "Jangan mengirim sinyal bahwa Presiden 'lemah' denggan memasang orang-orang yang sangat kental politik dan lemah memilih orang berbasis kompetensi, apalagi ini menghadapi kelesuan ekonomi global," tandasnya.
Ekonom: Ekonomi global sedang serius, Presiden sebaiknya tunda reshuffle
JAKARTA. Jika tidak ada aral melintang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengumumkan hasil final reshuffle kabinet malam ini. Para pelaku pasar harap-harap cemas mengingat pengumuman hasil kocok ulang kabinet akan berlangsung di saat situasi pasar keuangan global tengah meradang, akibat pesimisme Jerman menangani krisis utang Eropa. Hari ini, hampir seluruh bursa saham di dunia anjlok terhempas ketidakpastian Eropa menangani krisis utang yang telah menyanderanya berbulan-bulan. Memang, isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu jilid II yang bergulir selama ini tidak terlalu mempengaruhi pergerakan pasar. Pasar keuangan lebih banyak tersetir isu eksternal. Namun, bagi pasar, pergantian nama-nama pembantu Presiden SBY terutama di tim ekonomi tetap menjadi perhatian utama. "Reshuffle kabinet jika dilakukan berdasarkan kompetensi dan tidak berdasarkan pembagian kavling politik, bisa menambah daftar positif ekonomi kita," ungkap Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih kepada KONTAN, kemarin. Sayangnya, nama-nama baru calon Menteri yang beredar dan hampir pasti ditunjuk untuk menduduki pos-pos strategis perekonomian, menurut Lana kurang tepat. Hal ini berpotensi menambah daftar sentimen negatif di pasar. "Jangan mengirim sinyal bahwa Presiden 'lemah' denggan memasang orang-orang yang sangat kental politik dan lemah memilih orang berbasis kompetensi, apalagi ini menghadapi kelesuan ekonomi global," tandasnya.