JAKARTA. Pengamat ekonomi Aviliani berharap, perbankan lebih menyesuaikan diri dengan fokus kebijakan pemerintah. Aviliani menilai, hingga kini penyaluran kredit perbankan masih fokus pada sektor perdagangan. "Sementara sektor infrastruktur, manufaktur, dan pertanian masih kurang optimal," katanya kepada KONTAN, akhir pekan lalu. Dengan menyamakan fokus dan mendukung kebijakan pemerintah, lanjut Aviliani, perbankan bisa benar-benar menjadi agent of development yang menggerakkan perekonomian Indonesia. Tentu saja, posisi Bank Indonesia (BI) sebagai regulator sangat besar posisinya dalam hal ini. Aviliani berharap, BI bisa mengarahkan penyaluran dana perbankan lebih ke sektor pangan, energi, dan infrastruktur. Ini sesuai dengan fokus kebijakan pemerintah tahun depan. "Karena tidak nyambung (penyaluran dana bank dan kebijakan pemerintah), padahal pendanaan perbankan masih mendominasi, bagaimana kita bisa menggerakkan ekonomi bank harusnya diarahkan dengan kebijakan yang lebih fokus ke sektor riil," imbuh Aviliani.
Ekonom : Fokus perbankan harus inline dengan pemerintah
JAKARTA. Pengamat ekonomi Aviliani berharap, perbankan lebih menyesuaikan diri dengan fokus kebijakan pemerintah. Aviliani menilai, hingga kini penyaluran kredit perbankan masih fokus pada sektor perdagangan. "Sementara sektor infrastruktur, manufaktur, dan pertanian masih kurang optimal," katanya kepada KONTAN, akhir pekan lalu. Dengan menyamakan fokus dan mendukung kebijakan pemerintah, lanjut Aviliani, perbankan bisa benar-benar menjadi agent of development yang menggerakkan perekonomian Indonesia. Tentu saja, posisi Bank Indonesia (BI) sebagai regulator sangat besar posisinya dalam hal ini. Aviliani berharap, BI bisa mengarahkan penyaluran dana perbankan lebih ke sektor pangan, energi, dan infrastruktur. Ini sesuai dengan fokus kebijakan pemerintah tahun depan. "Karena tidak nyambung (penyaluran dana bank dan kebijakan pemerintah), padahal pendanaan perbankan masih mendominasi, bagaimana kita bisa menggerakkan ekonomi bank harusnya diarahkan dengan kebijakan yang lebih fokus ke sektor riil," imbuh Aviliani.