JAKARTA. Dua hal mencolok yang saat ini terjadi yaitu rupiah yang melemah dan harga minyak dunia yang anjlok. Tarikan dua komponen ini menyebabkan anggaran berfluktuasi. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih berpendapat, sensitivitas rupiah dan harga minyak sangat tinggi terhadap anggaran. Sebagian besar komponen APBN masih berbasis dollar terutama untuk PNBP migas yang berasal dari royalti tambang. Antara rupiah dan harga minyak, menurut Lana, yang perlu diwaspadai adalah harga minyak dunia yang sangat anjlok. Anjloknya harga minyak ini memberatkan ekspor Indonesia yang sebagian besar berbasis komoditas.
Ekonom: Harga minyak dunia anjlok perlu diwaspadai
JAKARTA. Dua hal mencolok yang saat ini terjadi yaitu rupiah yang melemah dan harga minyak dunia yang anjlok. Tarikan dua komponen ini menyebabkan anggaran berfluktuasi. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih berpendapat, sensitivitas rupiah dan harga minyak sangat tinggi terhadap anggaran. Sebagian besar komponen APBN masih berbasis dollar terutama untuk PNBP migas yang berasal dari royalti tambang. Antara rupiah dan harga minyak, menurut Lana, yang perlu diwaspadai adalah harga minyak dunia yang sangat anjlok. Anjloknya harga minyak ini memberatkan ekspor Indonesia yang sebagian besar berbasis komoditas.