Ekonom Indef: Cadangan devisa dihemat, rupiah masih berpeluang tertekan di akhir 2018



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa per September 2018 turun 2,6% ke level US$ 114,8 miliar.

Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, penurunan cadangan devisa tersebut terbilang tipis. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan shock besar di akhir 2018.

"Pemerintah seakan melakukan penghematan cadangan devisa," ungkap Bhima kepada Kontan.co.id, Jumat (5/10).


Bhima melihat pemerintah belum banyak mengeluarkan cadangan devisa untuk kebutuhan stabilitas rupiah. Penggerusan cadangan devisa masih difokuskan pemerintah untuk membayar utang rutin. 

Menurut dia, apabila cadangan devisa dihemat untuk intervensi rupiah artinya rupiah berpotensi melemah. Hingga saat ini (5/10) nilai tukar rupiah ada di posisi Rp 15.182 per dollar Amerika Serikat (AS).

Sedangkan sampai akhir tahun cadangan devisa diperkirakan akan kembali turun ke level US$ 110 miliar. 

Dengan kondisi ini, menurut analisis Bhima, rupiah juga akan terus mengalami tekanan hingga akhir tahun. Meskipun tetap ada tekanan global. Bhima memprediksi rupiah capai level Rp 15.200-15.600 per dollar AS pada akhir tahun.

"Ditambah dengan hantaman dari dollar, pelemahan rupiah berimbas pada gagalnya bayar utang swasta. Swasta akan tunda ekspansi dan kalau terjepit bisa sebabkan PHK massal," ungkap Bhima.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi