Ekonom Indef Sebut Konsumsi Pemerintah Gagal Kerek Pertumbuhan Ekonomi



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyayangkan kinerja konsumsi pemerintah yang turun pada akhir tahun 2022. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi pemerintah pada kuartal IV-2022 tercatat turun 4,77% secara tahunan atau year on year (yoy). 

Ini bahkan lebih dalam dari penurunan konsumsi pemerintah pada kuartal III-2022 yang pada waktu itu tercatat 2,88% yoy. 


Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad bahkan mengatakan, kinerja ini menunjukkan fakta bahwa konsumsi pemerintah tak sanggup mengangkat perekonomian. 

Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Indonesia Masih Lemah, Ekonom Indef Beberkan Faktanya

"Konsumsi pemerintah ternyata kurang berhasil dan gagal lagi dalam mengangkat perbaikan ekonomi. Bahkan di kuartal IV-2022, kinerjanya lebih buruk," tutur Tauhid, Selasa (7/2). 

Sejalan dengan ini, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2022 juga melambat dari pertumbuhan pada kuartal III-2022. 

Pada kuartal IV-2022, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,01% yoy, atau lebih rendah dari pertumbuhan pada kuartal III-2022 yang sebesar 5,73% yoy. 

Tauhid juga khawatir tak akan ada perubahan yang signifikan pada kuartal I-2023. Dari waktu yang berjalan ini, ia melihat konsumsi pemerintah masih lambat. 

Ia juga menilai, pemberian bantuan sosial (bansos) pada awal tahun 2023 tak bisa maksimal dan masih terkendala masalah administrasi. 

Baca Juga: Ekonom INDEF Imbau Pemerintah Lakukan Ini Agar Akselerasi Pertumbuhan RI Tak Berhenti

Bila tidak ada perubahan yang berarti pada kuartal I-2023, Tauhid khawatir perekonomian Indonesia keok di tengah gonjang-ganjing perekonomian global. 

Tauhid pun memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2023 kembali melambat. Dari hitungannya, pertumbuhan ekonomi awal tahun 2023 hanya mentok di kisaran 4,9% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli