KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Merespons penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir, Ekonom InFast Institute, Bestari Gede Sandra, menilai pelemahan pasar saham bukan hanya terjadi di Indonesia. Menurutnya, tren penurunan juga dialami oleh sejumlah bursa saham dunia, terutama di negara-negara yang tergabung dalam kelompok BRICS. Gede menjelaskan, dalam periode mingguan, bulanan, hingga tahunan, setidaknya terdapat 11 bursa saham dunia yang mencatatkan kinerja negatif. Bursa-bursa tersebut antara lain berada di Rusia, Hong Kong/China, Afrika Selatan, India, Maroko, Sri Lanka, Republik Ceko, Islandia, dan Kuwait. “Secara mingguan, lima bursa yang mengalami penurunan terdalam adalah Rusia (MOEX) sebesar 9,72 persen, disusul Afrika Selatan (SA40) yang turun 6,02 persen, Indonesia (JCI) turun 5,42 persen, Hong Kong/China (HK50) turun 3,7 persen, dan Maroko (MASI) turun 1,4 persen,” ujar Gede, Kamis (25/6).
Ekonom InFast: Pelemahan IHSG Tidak Mencerminkan Kondisi Ekonomi Riil
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Merespons penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir, Ekonom InFast Institute, Bestari Gede Sandra, menilai pelemahan pasar saham bukan hanya terjadi di Indonesia. Menurutnya, tren penurunan juga dialami oleh sejumlah bursa saham dunia, terutama di negara-negara yang tergabung dalam kelompok BRICS. Gede menjelaskan, dalam periode mingguan, bulanan, hingga tahunan, setidaknya terdapat 11 bursa saham dunia yang mencatatkan kinerja negatif. Bursa-bursa tersebut antara lain berada di Rusia, Hong Kong/China, Afrika Selatan, India, Maroko, Sri Lanka, Republik Ceko, Islandia, dan Kuwait. “Secara mingguan, lima bursa yang mengalami penurunan terdalam adalah Rusia (MOEX) sebesar 9,72 persen, disusul Afrika Selatan (SA40) yang turun 6,02 persen, Indonesia (JCI) turun 5,42 persen, Hong Kong/China (HK50) turun 3,7 persen, dan Maroko (MASI) turun 1,4 persen,” ujar Gede, Kamis (25/6).
TAG: