KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai kebijakan debt switching dapat membantu pemerintah mengelola risiko pembiayaan di tengah defisit fiskal yang melebar, namun langkah ini perlu dijalankan secara hati-hati agar tidak memicu risiko dan persepsi negatif pasar. Josua menjelaskan, dalam kondisi defisit fiskal yang melebar seperti saat ini, debt switch berperan untuk mengurangi risiko penumpukan jatuh tempo utang serta menstabilkan kebutuhan kas pemerintah dalam satu tahun berjalan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa debt switching tidak menghapus utang, melainkan hanya mengubah bentuk dan jadwal pembayarannya. “Kalau dijalankan terlalu agresif tanpa kerangka yang jelas, pasar bisa membaca ini sebagai sinyal ketergantungan pembiayaan pada bank sentral, yang berpotensi menaikkan premi risiko dan pada akhirnya justru membuat biaya utang membesar,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (28/1/2026).
Ekonom Ingatkan Risiko Pasar di Balik Kebijakan Debt Switching BI dan Pemerintah
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai kebijakan debt switching dapat membantu pemerintah mengelola risiko pembiayaan di tengah defisit fiskal yang melebar, namun langkah ini perlu dijalankan secara hati-hati agar tidak memicu risiko dan persepsi negatif pasar. Josua menjelaskan, dalam kondisi defisit fiskal yang melebar seperti saat ini, debt switch berperan untuk mengurangi risiko penumpukan jatuh tempo utang serta menstabilkan kebutuhan kas pemerintah dalam satu tahun berjalan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa debt switching tidak menghapus utang, melainkan hanya mengubah bentuk dan jadwal pembayarannya. “Kalau dijalankan terlalu agresif tanpa kerangka yang jelas, pasar bisa membaca ini sebagai sinyal ketergantungan pembiayaan pada bank sentral, yang berpotensi menaikkan premi risiko dan pada akhirnya justru membuat biaya utang membesar,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (28/1/2026).