KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai potensi tekanan fiskal dan likuiditas sistem keuangan pada awal 2026, seiring ketidakselarasan waktu antara penerimaan dan pengeluaran negara. Menurut Josua, pada awal tahun penerimaan negara umumnya masih berjalan lambat, sementara sejumlah belanja bersifat wajib dan tidak dapat ditunda, seperti pembayaran gaji aparatur, subsidi, bantuan sosial, transfer ke daerah, serta pembayaran bunga utang. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan celah pembiayaan yang lebih besar ketika penerimaan belum cukup kuat.
Ekonom Ingatkan Risiko Tekanan Fiskal dan Likuiditas di Awal 2026
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai potensi tekanan fiskal dan likuiditas sistem keuangan pada awal 2026, seiring ketidakselarasan waktu antara penerimaan dan pengeluaran negara. Menurut Josua, pada awal tahun penerimaan negara umumnya masih berjalan lambat, sementara sejumlah belanja bersifat wajib dan tidak dapat ditunda, seperti pembayaran gaji aparatur, subsidi, bantuan sosial, transfer ke daerah, serta pembayaran bunga utang. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan celah pembiayaan yang lebih besar ketika penerimaan belum cukup kuat.
TAG:
- Josua Pardede
- Penyaluran Kredit
- surat utang negara (SUN)
- penerimaan negara
- likuiditas perbankan
- surat utang negara
- imbal hasil SUN
- Ruang Fiskal
- APBN 2026
- Tekanan fiskal 2026
- Likuiditas sistem keuangan
- Pengeluaran negara
- Celah pembiayaan
- Biaya bunga pemerintah
- Suku bunga pasar uang
- Kepala Ekonom Bank Permata
- Pengelolaan kas pemerintah
- Koordinasi kebijakan fiskal