Ekonom Ini Proyeksi Inflasi Bulanan pada April Sekitar 0,43%, Terdorong Inflasi Inti



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Inflasi bulanan pada April 2026 diperkirakan masih naik dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun secara tahunan tekanan inflasi justru mulai mereda.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual memprediksi inflasi bulanan (month to month/MoM) April 2026 akan meningkat menjadi 0,43%, dari realisasi Maret sebesar 0,41%.

Sementara itu, inflasi tahunan (year on year/YoY) diperkirakan turun ke level 2,72%, lebih rendah dibandingkan capaian Maret yang sebesar 3,48%.


Baca Juga: Inflasi April 2026 Diprediksi Lebih Rendah Dibandingkan Maret, Ini Pendorongnya

“Inflasi diprediksi masih akselerasi secara bulanan, didorong oleh komponen inflasi inti,” ujarnya kepada Kontan.

David menjelaskan, inflasi inti pada April 2026 diperkirakan mencapai 2,55% YoY dan 0,33% MoM. Peningkatan pada komponen inti ini relatif tersebar di berbagai kelompok pengeluaran, terutama pada sektor perumahan, air, listrik, serta bahan bakar gas.

Ia menyebutkan, indikasi kenaikan tersebut juga tercermin dari pengolahan data alternatif (big data) yang menunjukkan adanya tekanan harga di sejumlah komoditas inti.

Di sisi lain, harga emas tercatat mulai melambat dibandingkan bulan sebelumnya sehingga tidak lagi menjadi pendorong utama inflasi.

Untuk komponen volatile food, inflasi diperkirakan mengalami perlambatan seiring dengan penurunan harga pangan setelah periode Ramadan dan Lebaran.

Baca Juga: Impor Pangan Diperketat, Pengamat Ingatkan Risiko ke Industri

Sementara itu, komponen administered prices diproyeksikan sedikit meningkat, sejalan dengan adanya kenaikan pada beberapa jenis bahan bakar serta indikasi penyesuaian harga BBM non-subsidi.

Dengan kombinasi tersebut, inflasi bulanan diperkirakan masih menunjukkan tren kenaikan, meskipun secara tahunan tetap terkendali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News