KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan di tengah kondisi fiskal yang semakin ketat dan upaya penghematan anggaran yang terus didorong pemerintah. Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda menilai perjalanan dinas kepala negara merupakan hal yang wajar dalam diplomasi internasional. Namun, frekuensi kunjungan yang tinggi perlu diukur berdasarkan urgensi dan manfaat yang diperoleh negara. “Perjalanan dinas untuk Presiden merupakan hal yang lumrah, namun ketika dilakukan secara terus-terusan dan tanpa ada agenda internasional yang mendesak ya itu tidak menjadi prioritas seharusnya,” ujar Huda kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).
Ekonom Ini Soroti Frekuensi Kunjungan Luar Negeri Prabowo di Tengah Tekanan Fiskal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan di tengah kondisi fiskal yang semakin ketat dan upaya penghematan anggaran yang terus didorong pemerintah. Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda menilai perjalanan dinas kepala negara merupakan hal yang wajar dalam diplomasi internasional. Namun, frekuensi kunjungan yang tinggi perlu diukur berdasarkan urgensi dan manfaat yang diperoleh negara. “Perjalanan dinas untuk Presiden merupakan hal yang lumrah, namun ketika dilakukan secara terus-terusan dan tanpa ada agenda internasional yang mendesak ya itu tidak menjadi prioritas seharusnya,” ujar Huda kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).