Ekonom : Kebijakan LTV jadi harapan untuk dorong sektor properti



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan diyakini akan berefek negatif pada pertumbuhan kredit properti. Karenanya, dengan kebijakan pelonggaran loan to value (LTV) diharapkan akan mengerek pertumbuhan kredit properti.

Ekonom Pertama Bank Josua Pardede mengungkapkan kenaikan suku bunga acuan akan berpotensi membuat permintaan kredit properti residensial yang saat ini relatif rendah semakin melambat. Padahal kebutuhan pada properti residensial masih tinggi. 

Rata-rata pertumbuhan kredit pemilikan rumah tapak dalam tiga tahun terakhir ditahun 2015-2017 tercatat mencapai 9,1% year on year (yoy), melambat dari periode 2011-2014 yang sekitar 19,4% yoy. 


Selain itu menurut Josua, indeks harga properti rata-rata pertumbuhan penjualan properti residensial dalam 3 tahun terakhir pada tahun 2015-2017 tercatat 12,2% yoy, melambat dari periode 2011-2014 yang tercatat 17,3% yoy.

"Dari data tersebut mampu diindikasikan bahwa permintaan kredit properti residensial masih relatif rendah padahal kebutuhan pada properti residensial masih tinggi," ujar Josua kepada Kontan.co.id Rabu (27/6).

Dirinya mengharapkan kebijakan pelonggaran aturan LTV mampu mendorong permintaan kredit pemilikan rumah. 

Selain itu pelonggaran kebijakan makroprudensial tersebut khususnya pelonggaran kebijakan LTV diharapkan diprioritaskan bagi first time buyer yang belum memiliki rumah sebelumnya. 

Selain itu, dengan pelonggaran kebijakan LTV ini diharapkan juga dapat membatasi dampak kenaikan suku bunga kredit perbankan termasuk suku bunga kredit properti merespon kenaikan suku bunga acuan BI.

Dengan penerapan pelonggaran kebijakan LTV tersebut, diharapkan permintaan kredit perbankan akan meningkat yang selanjutnya akan mendorong pertumbuhan kredit perbankan di kisaran 10% yoy pada akhir tahun ini atau tahun depan. 

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Berly Martawardaya mengatakan bahwa dengan naiknya suku bunga acuan tersebut mampu berdampak pada stabilitas nilai tukar jadi prioritas dalam jangka pendek. "Tapi memang setelah BI menaikkan rate tersebut akan terjadi mekanisme transmisi sehingga tingkat bunga pinjaman akan meningkat juga," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi