Ekonom: Kenaikan bunga deposito dan kredit masih kondusif untuk perekonomian



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun ini, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate sebanyak 100 basis poin (bps) atau 1% dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah. Akibatnya, bunga deposito dan kredit pun naik.

Catatan BI, sejak April 2018 ada kenaikan suku bunga deposito rata-rata sebesar 15 basis poin (bps) dari 5,56% ke 5,71% pada Juli 2018. Sementara, bunga kredit modal kerja tercatat naik dari 11,97% pada April 2018 ke Juli 2018 yang sebesar 12,13% atau naik 16 bps.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah menilai, meski naik, proses kenaikan suku bunga kredit dan deposito ini sesuai perkiraan dan masih kondusif untuk perekonomian. Namun demikian, hal ini masih perlu diantisipasi.


“Proses ini masih berjalan dan suku bunga acuan BI juga masih akan mengalami kenaikan,” ujar Piter kepada Kontan.co.id, Minggu (29/7).

Oleh karena itu, untuk mencegah bank-bank menaikkan suku bunga deposito atau perang suku bunga dan kredit yang terlalu tinggi, BI diharapkan bisa mengimbangi kenaikan suku bunga acuan melalui operasi moneter yang lebih ekspansif.

“Dan juga lebih melonggarkan giro wajib minimum (GWM),” ucapnya.

Piter memperkirakan, suku bunga acuan BI 7DRR masih akan naik mengikuti kenaikan suku bunga The Fed yang dispekulasikan akan naik dua kali lagi pada September dan Desember 2018. Jadi, 7DRR diperkirakan minimal akan naik 50 bps lagi sampai akhir tahun menjadi 5,75%.

Ia menambahkan, respons atas kenaikan suku bunga deposito dan kredit pasca kenaikan suku bunga acuan BI ini sebenarnya berbeda antar bank dan lebih khusus lagi berbeda antar nasabah.

“Respons bank akan berbeda antar BUKU. Bank-bank kecil akan lebih cepat merespons kenaikan suku bunga deposito karena mereka bersaing secara harga. Sementara, bank-bank besar lebih lambat menaikkan suku bunga deposito dan kredit,” jelas Piter.

Namun, bank besar lebih besar kontribusinya terhadap deposito dan kredit sehingga secara rata-rata suku bunga deposito dan kredit terlihat lebih lambat kenaikannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi