KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas manufaktur Indonesia kembali memasuki zona ekspansi pada Juli 2026. Meski demikian, kenaikan indeks manufaktur dinilai belum cukup menjadi sinyal bahwa sektor industri telah memasuki fase pemulihan yang kuat. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, peningkatan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur pada Juli lebih mencerminkan stabilisasi aktivitas produksi dibandingkan pemulihan yang ditopang oleh permintaan yang solid. "Masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa sektor manufaktur sudah memasuki fase pemulihan yang kuat. Kenaikan ini lebih mencerminkan stabilisasi aktivitas produksi karena pesanan baru mulai membaik dan output kembali meningkat untuk pertama kalinya sejak Februari," ujar Yusuf kepada Kontan, Senin (3/8/2026).
Ekonom: Kenaikan PMI Manufaktur Belum Cerminkan Pemulihan Industri yang Kuat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas manufaktur Indonesia kembali memasuki zona ekspansi pada Juli 2026. Meski demikian, kenaikan indeks manufaktur dinilai belum cukup menjadi sinyal bahwa sektor industri telah memasuki fase pemulihan yang kuat. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, peningkatan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur pada Juli lebih mencerminkan stabilisasi aktivitas produksi dibandingkan pemulihan yang ditopang oleh permintaan yang solid. "Masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa sektor manufaktur sudah memasuki fase pemulihan yang kuat. Kenaikan ini lebih mencerminkan stabilisasi aktivitas produksi karena pesanan baru mulai membaik dan output kembali meningkat untuk pertama kalinya sejak Februari," ujar Yusuf kepada Kontan, Senin (3/8/2026).