JAKARTA. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih berpendapat, posisi kewajiban yang lebih besar dari aset finansial luar negeri itu bukanlah sesuatu yang bahaya. Hanya saja hal tersebut perlu diwaspadai. Menurut Lana, ketika kewajiban lebih besar daripada aset, berarti arus dollar yang masuk lebih kecil daripada yang keluar. Kondisi yang sehat adalah arus dollar yang masuk lebih besar daripada yang keluar. "Ini perlu kewaspadaan karena yang bawa dollar berkurang," ujarnya, Selasa (30/6). Menurut Lana, pada triwulan I 2015 Indonesia mengalami kondisi yang sulit di mana ekonomi Indonesia menurun. Hal ini mengakibatkan investor enggan membawa masuk uangnya. Ke depan, posisi PII akan bergantung pada data-data fundamental ekonomi.
Ekonom: Kewajiban besar, Indonesia harus waspada
JAKARTA. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih berpendapat, posisi kewajiban yang lebih besar dari aset finansial luar negeri itu bukanlah sesuatu yang bahaya. Hanya saja hal tersebut perlu diwaspadai. Menurut Lana, ketika kewajiban lebih besar daripada aset, berarti arus dollar yang masuk lebih kecil daripada yang keluar. Kondisi yang sehat adalah arus dollar yang masuk lebih besar daripada yang keluar. "Ini perlu kewaspadaan karena yang bawa dollar berkurang," ujarnya, Selasa (30/6). Menurut Lana, pada triwulan I 2015 Indonesia mengalami kondisi yang sulit di mana ekonomi Indonesia menurun. Hal ini mengakibatkan investor enggan membawa masuk uangnya. Ke depan, posisi PII akan bergantung pada data-data fundamental ekonomi.