KONTAN.CO.ID - Pola konsumsi masyarakat mulai berubah belakangan ini. Bank Amerika Merrill Lynch merilis bahwa setiap generasi masyarakat memiliki pola konsumsi yang berbeda-beda. Pemerintah harus memanfaatkan perubahan ini demi mengoptimalkan penerimaan pajak. Dalam 4 kategori yang dibagi Merril Lynch, 3 generasi dari tradisionalis, baby boomers, dan generasi X masih menghabiskan sebagian besar pengeluarannya untuk bahan makanan. Tradisionalis sebesar 30,4%, baby boomers 27,2%, dan generasi X 25,3%, dan millennial sebesar 21,7%. Di sisi lain, berdasarkan data Merril Lynch, pengeluaran terbesar dari millennial adalah restoran, bahan bakar/gas, dan hobi/baju/elektronik sebesar 23,8%, 10,8%, dan 18,5%. Angka ini merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan ketiga generasi lainnya.
Menurut ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, data ini wajib menjadi pertimbangan pemerintah. Pasalnya, pembagian ini telah dilihat dari kebutuhan tiap generasi yang memiliki kebutuhan berbeda. Berdasarkan data Merril Lynch, pengeluaran tradisionalis terhadap obat-obatan merupakan terbesar di antara tiga generasi lainnya, yakni 6,4%. Pengeluaran ini pun didasarkan pada fisik tradisionalis yang memang tak lagi muda karena tradisionalis merupakan kelahiran sebelum 1960. "Pemerintah harus perhatikan ini, jangan sampai kehilangan momentum lagi," ujar Lana ketika dihubungi KONTAN pada Rabu (6/9). Lana menuturkan, data ini sebaiknya dijadikan pedoman bagi pemerintah untuk memperluas atau mengurangi sektor penerimaan pajak. Misalnya saja dengan menghilangkan kir kendaraan yang menurut Lana penerimaannya kurang bagus saat ini.