Ekonom: Penyaluran Kredit Perbankan Bergeser ke Segmen Investasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit perbankan terus meningkat hingga Juni 2026. Berdasarkan Analisis Perkembangan Uang Beredar Bank Indonesia (BI), kredit perbankan tumbuh 12,67% secara tahunan (year on year/YoY), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 11,51% YoY pada Mei 2026. Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit pada Juni ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh 24,90% YoY, disusul kredit modal kerja sebesar 8,94% YoY dan kredit konsumsi sebesar 5,75% YoY. Di segmen kredit konsumsi, kredit pemilikan rumah (KPR/KPA) tumbuh 4,4% YoY dan kredit multiguna meningkat 8,3% YoY. Sementara itu, kredit kendaraan bermotor masih terkontraksi 9,9% YoY.

Baca Juga: Kredit Bank Tumbuh 12,67%, OJK Beberkan Kondisi Terbaru Likuiditas dan Permodalan Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede menilai, pertumbuhan kredit konsumsi yang lebih lambat dibandingkan kredit investasi mencerminkan pergeseran penyaluran kredit perbankan ke segmen investasi dan korporasi. "Faktor paling kuat adalah pergeseran penyaluran menuju kredit investasi dan kredit korporasi besar yang umumnya memiliki imbal hasil lebih rendah karena nilai pinjamannya besar, risikonya relatif terukur, dan debiturnya mempunyai daya tawar tinggi," kata Josua kepada Kontan, Kamis (30/7/2026). Menurut Josua, hingga akhir tahun perbankan perlu memastikan pertumbuhan kredit tetap menghasilkan pendapatan yang memadai dengan memperhitungkan biaya dana dan risiko.

Baca Juga: Daya Beli Belum Pulih, Kredit Konsumsi Perbankan Tumbuh Melambat


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News