Ekonom: Perbaikan manufaktur beri sinyal positif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri manufaktur kuartal ketiga tahun ini menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Perbaikan sektor yang menyumbang sekitar 20% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tersebut diharapkan menjadi tanda membaiknya ekonomi periode Juli-Agustus tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) dan industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) kuartal ketiga tahun ini masing-masing tumbuh 5,51% year on year (YoY) dan 5,34% YoY.

Berdasarkan data BPS dua tahun ke belakang, pertumbuhan produksi IBS menjadi pertumbuhan tertinggi sejak kuartal pertama 2015.


Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, perbaikan data manufaktur tersebut juga sejalan dengan penjualan ritel yang membaik di kuartal ketiga tahun ini. Namun, jika dibedah lebih dalam, perbaikan penjualan ritel disebabkan oleh penjualan bahan bakar minyak (BBM).

Alokasi pengeluaran masyarakat untuk BBM kata Lana, menjadi salah satu pengeluaran yang besar. "Sekarang premium susah carinya sehingga masyarakat konsumsi pertalite. Maka penjualan BBM naik," kata Lana kepada Kontan.co.id, Rabu (1/11).

Kenaikan penjualan BBM kata dia, membuat total penjualan ritel juga mengalami kenaikan. "Kalau dianggap secara total (penjualan ritel) naik, itu direspon oleh industri manufaktur. Berarti demand membaik," tambahnya.

Lana bilang perbaikan kinerja industri manufaktur tersebut memberikan indikasi pertumbuhan ekonomi lebih baik dan telah melewati titik terendahnya. "Tinggal tunggu keberlanjutannya seperti apa. Apakah di kuartal-kuartal berikutnya juga akan membaik," ujar dia.

Lana memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga tahun ini mencapai 5,08%-5,1% sehingga pertumbuhan ekonomi akhir tahun diperkirakan mencapai 5,05%-5,1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto