KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Ekonom Bright Institute Awalil Rizky memperkirakan kebutuhan belanja pemerintah pada kuartal I-2026 mencapai sekitar Rp 700 triliun, sehingga pemerintah perlu memastikan ketersediaan fiskal APBN dan kelancaran arus kas sejak awal tahun. “Kebutuhan belanja Kuartal pertama kemungkinan sekitar Rp 700 triliun. Tentu sudah ada arus pendapatan pada kuartal pertama, namun biasanya bulan Januari-Februari masih belum banyak. Dan ini coba ditambah dibanding biasanya, dengan secara dini terbitkan SUN private placement,” ujar Awalil, Senin (12/1/2026). Menurut dia, langkah pemerintah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) melalui private placement sejak awal Januari serta masih melelang Surat Berharga Negara (SBN) pada pertengahan Desember menunjukkan upaya front loading pembiayaan.
Ekonom Perkirakan Kebutuhan Belanja Pemerintah Kuartal I-2026 Capai Rp 700 Triliun
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Ekonom Bright Institute Awalil Rizky memperkirakan kebutuhan belanja pemerintah pada kuartal I-2026 mencapai sekitar Rp 700 triliun, sehingga pemerintah perlu memastikan ketersediaan fiskal APBN dan kelancaran arus kas sejak awal tahun. “Kebutuhan belanja Kuartal pertama kemungkinan sekitar Rp 700 triliun. Tentu sudah ada arus pendapatan pada kuartal pertama, namun biasanya bulan Januari-Februari masih belum banyak. Dan ini coba ditambah dibanding biasanya, dengan secara dini terbitkan SUN private placement,” ujar Awalil, Senin (12/1/2026). Menurut dia, langkah pemerintah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) melalui private placement sejak awal Januari serta masih melelang Surat Berharga Negara (SBN) pada pertengahan Desember menunjukkan upaya front loading pembiayaan.